Menkeu Dapat Gelar “Ngofa Bangsa Ma Guraci”

Redaksi: Minggu, 11 Maret 2018 | 00.05.00

Menkeu, Sri Mulyani Indrawati dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Tidore sebagai “Ngofa Bangsa Ma Guraci” atau Putri Bangsawan Terbaik oleh Sultan Tidore, Hj. Husain Sjah di Kedaton Kesultanan Tidore (08/03). (Foto: kemenkeu)


TIDORE| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Tidore sebagai “Ngofa Bangsa Ma Guraci” atau Putri Bangsawan Terbaik. 

Gelar kehormatan ini adalah penghargaan sekaligus kehormatan yang diberikan oleh kesultanan Tidore kepada anak bangsa atau tokoh perorangan yang dianggap berjasa dalam meningkatkan harkat dan martabat dan pelestarian adat budaya sesuai dengan jabatan dan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Kami, Sultan Tidore dan seluruh masyarakat mendoakan Ibu senantiasa diberi kekuatan lahir batin, dicerahkan hati dan pikiran untuk menjaga bangsa ini, membawa bangsa ini, mengurus rumah besar ini sesuai dengan harapan dan cita-cita kita,” ujar Sultan Tidore, Hj. Husain Sjah di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (08/03).

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan merasa sangat terhormat menerima gelar kehormatan ini. Ia mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Kerajaan Tidore terhadap seluruh jajaran yang menjalankan pemerintahan.

“Saya secara pribadi dan institusi mewakili Kementerian Keuangan, menerima penghargaan yang diberikan Sultan Tidore sebagai suatu bentuk harapan yang dititipkan kepada pundak kami semua. Kami sebagai Menteri Keuangan, Bendahara Umum Negara, bersama seluruh jajaran Kementerian Keuangan akan terus melaksanakan berbagai macam kebijakan melalui instrumen APBN kami, untuk bisa mewujudkan cita-cita negara kita,” ungkapnya.

Disampaikannya, bahwa harapan Sultan Tidore serta seluruh rakyatnya merupakan amanah yang harus diemban. 

Diyakininya, apabila semua unsur bangsa Indonesia terus kerja keras, maka Indonesia bisa menciptakan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur yaitu sebuah negeri yang subur dan makmur, adil dan aman, dimana yang berhak akan mendapat haknya, yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikannya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar