Prof Dr Yudi Latief Ajak Babinsa Galakkan Kamling Idiologi

Redaksi: Selasa, 13 Maret 2018 | 06.03.00

 (Foto: Sis24)


JEMBER| HARIAN9
Usai menyelenggarakan saresehan bersama Babinsa dan anggota TNI lainnya pada Senin (12/03/2018) Pukul 13.00 WIB Prof Dr Yudi Latief langsung menuju ruang Komandan Kodim 0824 Jember untuk transit sejenak dan wawancara bersama awak media.

Dalam wawancaranya Prof Dr. Yudi Latief sebagai Kepala BPIP  yang merupakan  salah satu badan setingkat Menteri Negara yang membantu Presiden dalam Pembinaan Idiologi Pancasila, menyampaikan bahwa banyak hal yang mempengaruhi terkikisnya Pancasila sebagai Idiologi Bangsa Indonesia.

"Secara internal yaitu dengan tidak adanya mata pelajaran sekolah terkait Pancasila, masih takutnya penyebutan Pancasila oleh sebagian pejabat dalam pidatonya dan lain-lain,  merupakan salah satu tanda terkikisnya Pancasila sebagai idiologi Bangsa Indonesia hal-hal inilah yang harus dapat kita rubah," tegas Prof Yudi Latief.

Kemudian secara eksternal adanya perkembangan global dengan mudahnya akses informasi melalui android dan lain-lain yang mampu mempengaruhi masyarakat utamanya generasi muda ini yang harus ekstra kita waspadai, dari situlah celah adanya pengruh idiologi lain masuk yang mengancam Idiologi Pancasila.

Untuk itu pada kesempatan ini saya ingin sampaikan bahwa satu-satunya lembaga yang tersetruktur dengan baik dan memiliki kepercayaan masyarakat adalah TNI AD melalui Babinsa, kalau dulu kita berhasil menumbuhkan kegotong royongan untuk mewujudkan keamanan melalui siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) untuk meminimalisir tindak pencurian, kini saatnya Babinsa mengajak masyarakat untuk Kamling Idiologi ini jangan sampai masyarkat kemasukkan idiologi lain.

Sehingga penguatan Pancasila sangat diperlukan melalui generasi muda, pelajar dan elemen-elemen masyarakat lainnya, karena tanpa Pancasila NKRI akan runtuh.

Selanjutnya Habib Ali Assegaf saat dikonfirmasi terkait teks line Buku 57 Kutbah Jumat menyampaikan bahwa  Merakit Kebangsaan Mengokohkan NKRI saya melihat Islam turut melahirkan nilai-nilai Pancasila, Islam sendiri punya media Islam melalui Khutbah Jumat untuk itu saya tidak ingin Sholat Jumat justru mengenalkan negeri, nilai Pancasila dan Islam itu sering tidak dibuat sinkron ini yang perlu kita sinkronkan sehingga kalau orang membaca Al Quran kita tunjukkan hubungannya dengan Pancasila.

Buku ini kita harapkan sampai ke takmir masjid untuk itu saya berterima kasih kepada Prof Dr Yudi Latief dan Komandan Kodim 0824 dengan Babinsa untuk menyebarkan Buku ini kepada takmir masjid diwilayahnya.

Sementara itu dalam wawancaranya Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar  menyampaikan bahwa acara ini sudah kita Laporkan Kepada Danrem 083/Bdj maupun Pangdam V/Brw dan Buku 57 Kutbah Jum’at ini akan kita distribusikan kepada para Babinsa agar membagi ke Takmir masjid dan di Kabupaten Jember ini ada sekitar 2.018 Masjid.

"Dengan harapan kita memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penguatan nilai-nilai  Pancasila dengan agama, ada sinkronisasi nilai-nilai Pancasila itu dengan Agama, karena Pancasila itu juga sebagai dasar etika moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Letkol Inf Arif Munawar. (Sis24)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar