Prospek Usaha Budidaya Komoditas Kehutanan Mahoni

Redaksi: Selasa, 13 Maret 2018 | 00.03.00

Pohon Mahoni (Foto: net)

Oleh: Rita Herawaty Br Bangun

Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di daerah perdesaan dan menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. 

Hal yang sama juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara di mana, sektor pertanian masih memegang peranan penting. Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2017, terdapat 42,57 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan selama seminggu yang lalu dari total penduduk yang bekerja. 

Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan basis perekonomian rakyat di pedesaan dan diharapkan dapat memainkan perannya sebagai penyangga kebutuhan konsumsi pangan masyarakat dan penyedia bahan baku pada industri pengolahan. 

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,65 persen pada tahun 2016.

Subsektor kehutanan mempunyai peranan yang cukup strategis pada perekonomian Sumatera Utara, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja, penghasil devisa, maupun sebagai penghasil baha baku/bahan olah industry hulu yang mengolah hasil pertanian. 

Usaha budidaya kehutanan juga sangat bermanfaat karena usaha kehutanan ikut menjaga kelestarian sumber daya alam.

Mahoni merupakan salah satu komoditas kehutanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pohon mahoni menjadi salah satu pohon penghasil kayu dengan serat yang cukup bagus. Tanaman yang mempunyai nama latin Swietenia mahagoni jacq di Indonesia namanya cukup popular. 

Pohon mahoni ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis seperti halnya di Sumatera Utara. Ketinggian pohon mahoni mampu mencapai 40 meter dengan diameter batang mencapai 100 cm. 

Penggunaan mahoni memang cukup banyak dalam pemanfaatannya. Berbagai desain interior banyak yang menggunakan kayu mahoni sebagai bahan dasarnya. Usaha mebel pun juga banyak meciptakan berbagai perabotan dengan kayu ini. 

Tekstur kayu mahoni yang berserat, indah dan mudah di bentuk menjadikaa kayu ini banyak peminatnya. Tingginya kebutuhan kayu ini menjadikan peluang usaha budidaya mahoni makin menjanjikan.

Berdasarkan hasil Survei Rumahtangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan Tahun 2014 (ST2013-SBK) total biaya yang dikeluarkan oleh rumah tangga selama setahun per 100 pohon mahoni adalah sebesar 747,20 ribu rupiah. 

Pengeluaran terbesar adalah pengeluaran untuk upah pekerja sebesar 512,43 ribu rupiah (68,58 persen). Nilai produksi yang diterima oleh rumahtangga budidaya mahoni per 100 pohon selama setahun sebesar 9,7 juta rupiah. Total keuntungan yang diterima oleh rumah tangga selama setahun sebesar 8,99 juta rupiah. 

Untuk melihat apakah kegiatan usaha budidaya tanaman mahoni ini efisien atau tidak efisien maka digunakan perbandingan antara nilai produksi dengan biaya produksi (R/C ratio). 

Berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh R/C ratio sebesar 19,00 yang artinya bahwa setiap pengeluaran 1 rupiah akan menghasilkan penerimaan sebesar 19 rupiah sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya komoditas kehutanan mahoni efisien dan layak diusahakan.

Tertarik untuk usaha budidaya mahoni??? (Rita Herawaty Br Bangun, Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara)
Editor: Mardan H Siregar

Referensi :
BPS, 2015. Hasil Survei ST2013-Subsektor Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan Tahun 2014. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan













Komentar