Terkait Aksi Perampokan BRI Simpang Brakaz, Seluruh Pelaku Menggunakan Masker Sapu Tangan, Topi dan Jaket

Redaksi: Selasa, 13 Maret 2018 | 00.12.00

Mesin ATM BRI Simpang Brakaz yang gagal di bobol pelaku sudah diamankan di Mapolsek Padang Bolak. (Akhir S Rambe)


PALUTA| HARIAN9
Terkait kejadian aksi perampokan dan bobol Brankas dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Simpang Brakaz yang terjadi di Simpang Brakaz, kecamatan Halongonan Timur, Senin (11/3) lalu, pihak Polres Tapsel masih terus melakukan pengembangan dan memeriksa hasil rekaman CCTV milik BRI unit Simpang Brakaz.

Dari hasil rekaman CCTV diketahui bahwa pelaku sebanyak empat orang yang masuk dari pintu belakang kantor, setelah mengamankan korban pelaku selanjutnya membongkar isi kantor termasuk membongkar brankas dan salah satu mesin ATM namun kawanan perampk itu tidak berhasil mendapatkan uang dari dalam ATM dan brankas. 

Di rekaman itu juga tampak seluruh pelaku saat menjalankan aksinya menggunakan masker sapu tangan (penutup mulut dan hidung), mengenakan topi serta menggunakan jaket.

Hal ini di utarakan Kapolsek Padang Bolak AKP Maju Harahap SH melalui Kanit Reskrim Padang Bolak Iptu M Taufik Siregar kepada wartawan, Selasa (12/3).

Lanjut Taufik, usai cek TKP mesin ATM BRI Simpang Brakaz yang gagal di bobol pelaku pun sudah berada di Mapolsek Padang Bolak untuk diamankan.

“Sesuai hasil visual dari rekaman CCTV diketahui pelaku sebanyak empat orang dan setelah cek TKP, mesin ATM sudah kita amankan di Mapolsek Padang Bolak,” katanya.

Kapolres Tapsel AKBP M Ikbal SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ismawansa turut membenarkan bahwa aksi pelaku sudah terekam di CCTV dan keberadaannya masih terus di buru.

Katanya pelaku gagal hendak membobol ATM dan brankas, kemudian karena mengalami kegagalan, pelaku malah mengambil dan membawa lari satu unit sepeda motor jenis KLX dan sejumlah barang-barang milik korban.

Sebelumnya, setelah gagal melakukan aksi perampokan dan bobol Brankas dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Simpang Brakaz di Simpang Brakaz, kecamatan Halongonan Timur, gerombolan perampok ini malah membawa lari sepeda motor dan barang-barang milik satpam penjaganya, Minggu (11/3) sekira pukul 04.00 WIB dinihari dengan pelaku berjumlah empat orang. 

Dari keterangan korban Juanda M Aritonang (29) warga dusun Huta Puli, Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Haltim yang merupakan satpam penjaga malam BRI unit simpang Brakaz menceritakan kronologis kejadian terjadi sekira pukul 04.00 WIB. 

Pada saat ia sedang berjaga malam dan istirahat, ia didatangi pelaku yang berjumlah empat orang yang selanjutnya pelaku menutup matanya dengan kain sarung dan mengikat kedua tangannya kebelakang badan dengan menggunakan tali nilon dan lakban. 

Kemudian, sekitar 10 hingga 15 menit kemudian para pelaku meninggalkannya dan kantor Bank BRI. Selanjutnya ia berusaha keluar dari kantor dan meminta tolong kepada warga lainnya.

“Ada empat orang yang tiba-tiba datang dan menutup mata saya pakai sarung, tangan saya diikat pakai nilon dan lakban. Tapi sekitar 10 menit mereka tiba-tiba pergi," ujarnya. (kadek9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar