SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Warga Binaan di Lapas Kelas II Rantauprapat Tidak Diizinkan Melayat Ibu Kandungnya Meninggal

Redaksi: Kamis, 29 Maret 2018 | 05.57.00

  
Jenazah Almarhumah Siti Fatimah Hasibuan isteri dari M. Yusuf Marpaung saat dibawa ke lapas kelas II Rantauprapat. (Foto:Thamrin Nasution)

LABUHANBATU| HARIAN9
Sangat menyedihkan bagi keluarga besar M. Yusuf Marpaung, warga Lingkungan Aek Matio Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara  Kabupaten Labuhanbatu, di mana anaknya Al Amin Marpaung (24) sebagai Warga Binaan di Lapas kelas II Rantauprapat, tidak diberi izin untuk membesuk ibu kandungnya yang meninggal Dunia pagi Minggu (25/03/18), sehingga dengan terpaksa mayat sang ibu diusung ke Lapas kelas II Rantauprapat.

Menurut penuturan M. Yusuf, karena isterinya Siti Fatimah Hasibuan (46) meninggal dunia sementara anaknya Al Amin Marpaung (24) sebagai Warga Binaan di Lapas kelas II Rantauprapat, untuk memberikan kesempatan terakhir buat anaknya melihat wajah ibunya walaupun sudah menjadi mayat, sekira pukul 09.00 WIB M. Yusuf meminta izin kepada Kepala Lapas dengan harapan anaknya doperbolehkan membesuk mayat ibunya di rumah duka.

Untuk melengkapi permintaan izin ini, M. Yusuf membawa Surat keterangan kematian yang ditandatangani Lurah dan Surat permohonan saya sebagai orang tua.

"Surat ini saya serahkan kepada ibu Vita selaku Staf Administrasi dilapas itu," tuturmya.

Setelah lebih kurang empat jam diterimanya berkas permohonan saya itu, ibu Vita mengatakan bahwa, Kalapas tidak afa ditempat, sementara sebagai pelaksana Supangat, sedangkan Supangat tidak mau datang ke Lapas karena hari Minggu adalah hari  libur.

Yang paling menyedihkan buat M Yusuf, ibu Vita meminta surat jaminan berharga seperti surat tanah sebagai syarat tambahan agar dapat diberikan izin kepada anak saya membesuk jenazah ibunya.,lantas permintaan syarat tambahan  itu saya jelaskan kepada ibu Vita.

"Hal itu tidak dapat saya penuhi, karena saya sendiri sekarang ini menyewa rumah," ujarnya.

Dengan demikian ibu Vita mengatakan bahwa dirinya sendiri tidak berkewenangan memberi izin, sementara Kalapas tidak berada ditempat sedangkan Plt. Supangat melalui Handphonenya tidak bisa datang.

Akhirnya tiada kata lagi M.Yusuf dengan terpaksa harus membawa jenazah isterinya tercinta ke Lapas kelas II Rantauprapat, untuk dapat dilihat anaknya, akan tetapi sesampainya di lapas Pegawai Lapas masih bersikukuh tidak memberikan izin kepada Al Amin untuk membesuk mayat ibunya.

Melihat keadaan yang cukup menegangkan ini seakan tidak ada lagi rasa kemanusiaan di Lapas kelas II Rantauprapat ini, Organisasi Pemuda Pancasila ditempat itu terpanggil untuk memberikan permohonan agar Al Amin dapat diberikan izin melihat mayat ibunya yang sengaja dibawa ke Lapas.

"Keadaan ini hampir-hampir memancing keributan, namun dari kesiagaan dari Intel KOREM dan Intel Polres Labuhanbatu, dapat memediasi keadaan maka Al Amin dapat diberikan izin melihat jenazah ibunya walaupun dengan pengawalan yang ketat puluhan sipir dan Personil Polres mengawal anak saya itu," tutupnya. (Trn9)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar