Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan, Oknum Ketua Ormas Dijemput Paksa Oleh Polisi

Redaksi: Rabu, 25 April 2018 | 22.51.00

FS (baju hitam) yang juga Ketua salaah satu ormas di Kota Padangsidimpuan saat dijemput paksa dari kediamannya oleh personil Polres Tapsel karena dari kediamannya dalam kasus terlibat penganiayaan, Rabu (25/4) sekira pukul 06.45 WIB. (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Diduga turut terlibat dalam kasus penganiayaan Rosnilawati Pulungan warga Hutaraja Kecamatan Muara Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), oknum Ketua salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) FS (60) warga Jalan H Dahlan Lubis Desa Pudun Jae, Kecamatan  Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan dijemput paksa oleh personil Polres Tapsel dari kediamannya, Rabu (25/4) sekira pukul 06.45 WIB.

Informasi yang dihimpun di Mapolres Tapsel, jempu paksa yang dilakukan puluhan personil gabungan dari Polres Tapsel dan Detasemen C Brimob Polda Sumut, dipimpin langsung oleh Kapolres Tapsel AKBP. M.Iqbal, S.Ik, M.Si didampingi Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP. Ismawansa, S.Ik.

Dalam proses penjemputan terhadap FS, para personil gabungan dilengkapi senjata laras panjang guna menjaga hal-hal yang tidak dinginkan, mengingat oknum ketua Ormas tersebut memiliki pengaruh cukup besar dikalangan pemuda di Kota Padangsidimpuan.

Setelah mengetahui FS berada di dalam rumahnya, petugas pun meminta izin kepada penjaga rumah untuk menemui FS. Tak lama berselang, FS yang terlihat baru bangun tidur kemudian menghampiri petugas dan menanyakan tujuan datang ke rumahnya.

Petugas yang telah mempersiapkan segla sesuatunya langsung memperlihatkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya. Usai membaca Surat Penangkapan tersebut, FS dengan aspiratif langsung menaiki mobil yang telah dipersiapkan petugas untuk dibawa ke Mapolres Tapsel guna menjalani pemeriksaan.

Kapolres Tapsel AKBP. M. Iqbal, S,Ik, M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Ismawansah, S,Ik yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap FS berdasarkan laporan polisi Nomor : 114/IV/2018/TAPSEL/Sumut tanggal 20 April 2018 dengan pelapor Rosnilawati Pulungan.

“Dalam laporannya tersebut, Roslinawati Pulungan mengaku telah menjadi korban penganiayaan sekelompok orang yang mengenakan seragam ormas di lahan PT Bona Hutaraja Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapsel,“ ujar Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, motif pengaduan korban Roslinawati Pulungan terjadi Kamis (19/4) saat korban bersama rekan-rekannya yang bekerja di PT Bona Hutaraja tengah beristirahat di lokasi tempat mereka bekerja. 

Tiba-tiba datang sekelompok orang dengan memakai baju ormas, mengusir korban dan rekan-rekannya dan memaksa mereka untuk meninggalkan lokasi dan memaksa mereka untuk membuka portal pintu masuk lokasi mereka bekerja yang merupakan milik PT Bona Hutaraja.

Namun permintaan tersebut tidak diindahkan para pekerja, akibatnya terjadi adu mulut dan menjurus keributan hingga korban dipukul yang menyebabkan bibir korban mengalami luka. Disamping itu juga, sekelompok orang tersebut melakukan pengrusakan terhadap portal.

Tak terima atas kejadian tersebut, korban pun langgsung membuat laporan pengaduan ke Polres Tapsel dan setelah dilakukan penyelidikan serta keterangan dari para saksi, polisi pun memperoleh kesimpulan dan mengarah kepada FS sebagai otak dari pengerahan massa dan orang yang memberi perintah untuk merusak dan membongkar portal.

“Dari hasil penyelidikan dan gelar kasus, kita peroleh keterangan dari para saksi bahwa peran FS sebagai orang yang menggerakkan massa dan memerintah untuk merusak dan membongkar portal,“ ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap FS. 

“Dalam kasus ini, FS sementara kita sangkakan telah melangga Pasal 160 dan atau 170 (1) KUHPidana,“ beber Kapolres. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar