SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


DPP Li-Ra Tabagsel Unjuk Rasa di Kejari Padangsidimpuan, Desak ABL Ditahan

Redaksi: Senin, 09 April 2018 | 18.06.00

Gubernur Li-Ra Tabagsel Edy Aryanto Hasibuan, SH menyampaikan orasi saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Kejari Padangsidimpuan mendesak penahanan terhadap ABL, dkk, terpidana dalam kasus korupsi pembangunan terminal Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran (TA) 2015, Senin (9/4).  (Foto :Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Gubernur Lembaga Informasi Rakyat (Li-Ra) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan mengeksekusi oknum mantan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Hubkominfo) Kota Padangsidimpuan ABL yang telah ditetapkan sebagai terpidana dalam kasus korupsi pembangunan terminal Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran (TA) 2015 yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp900 juta.-

“ Kami dari Li-Ra Tabagsel meminta kepada pihak Kejari Padangsidimpuan melakukan eksekusi penahanan terhadap ABL yang telah ditetapkan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, “ ujar Gubernur Li-Ra Tabagsel Edy Aryanto Hasibuan, SH saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejari Padangsidimpuan, Senin (9/4)

Menurutnya, sudah sepatutnya seorang terpidana kasus korupsi ditahan, karena berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penahanan merupakan wewenang penyidik.

Dia menyebutkan, penegak hukum harus berlaku adil kepada seluruh masyarakat pelanggar hukum sehingga kepercayaan masyarakat semakin bertambah kepada instansi tersebut, apalagi kasus ini adalah kasus korupsi.

“ Sebenarnya, penahanan terhadap ABL akan menjadi hal yang bagus untuk memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi di Kota Padangsidimpuan, apalagi kasus ini merupakan salah satu kasus korupsi di Kota Padangsidimpuan dan telah merugikan negara, “ tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padangsidimpuan Firmansyah, SH, MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Soleh, SH didampingi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ali Akbar Dasopang, SH mengatakan, pihaknya telah melayangkan tiga kali panggilan untuk mengeksekusi ABL.

“ Prosedurnya kita jalani sampai tiga kai panggilan, bila terpidana belum juga datang menghadap penyidik Kejari Padangsidimpuan, maka akan kita lakukan upaya paksa dan secepatnya akan kita tangka untuk segera ditahan, “ terang Soleh

Sore harinya, sekira pukul 14.00 Wib, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan melalui Seksi Pidana Khusus (Pidsus)  mengeksekusi ABL, dkk selaku terdakwa kasus korupsi korupsi pembangunan terminal Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran (TA) 2015 yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp900 juta.-

Eksekusi yang dilakukan terhadap ABL dipimpin Kasi Pidsus Ali Dasopang, SH, MH didampingi sejumlah penyidik Pidsus Kejari Padangsidimpuan berjalan lancar dan terpidana langsung datang ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Salambue Padangsidimpuan, setelah pihak Kejari Padangsidimpuan melayangkan surat putusan MA RI kepada terpidana

Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Padangsidimpuan H. Firman Syah , SH, MH melalui Kasi Pidsus Ali Dasopang, SH, MH yang dikonfirmasi, membenarkan eksekusi yang dilakukan pihaknya terhadap ABL, dkk

Ia menambahkan, saat JPU melayangkan surat panggilan ke tiga, terpidana ABL, dkk langsung datang ke LP Klas II B Salambue Padangsidimpuan, tanpa harus dilakukan jemput paksa. Setelah dilakukan pemeriksaan dan melengkapi administrasi, terpidana akhirnya menjalani penahanan.

“ ABL, dkk cukup aspiratif dan dengan kesadaran sendiri datang ke LP Klas II B Salambue Padangsidimpuan untuk menjalani eksekusi dan proses penahanan setelah proses administrasi kita selesaikan, “ ujar Ali Dasopang, sembari menyebutkan, ABL di vonis oleh Pengadilan Tipikor Medan dengan hukuman 1 tahun penjara.(Wan9)


Komentar