SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Jelang HBKN 2018, Kemendag Gelar Rakor di Padang

Redaksi: Sabtu, 14 April 2018 | 23.11.00



JAKARTA| HARIAN9
Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018.

Untuk memastikan harga dan pasokan bapok di daerah aman sebelum bulan puasa, maka pada Rabu (11/4) Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Dody Edward hadir dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) di Padang, Sumatra Barat.

“Hasil pemantauan pasar tradisional di Bukittinggi dan Padang menunjukkan harga bapok relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan, untuk itu Kemendag bersama pemda setempat harus bekerja sama menjaga stabilitas harga dan ketersedian pasokan,” kata Dody.

Rakorda di Padang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018. 

Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau.

“Sejauh ini, tercatat para pedagang yang mendaftarkan usahanya di Kemendag masih terus kita dorong. Hal ini tentu karena banyaknya kebijakan yang baru, sehingga kita perlu terus-menerus memfasilitasi sehingga kebijakan tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan BULOG. Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan antara H-45 dan H-30 puasa.

Langkah ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok. 

Dalam rakorda, Dody menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 

“Mulai sekarang perlu diantisipasi, apalagi saat ini sudah H-33. Kita perlu pastikan kecukupan pasokan dan harga yang stabil di Sumatra Barat,” sebutnya.


Keempat, melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan. Berdasarkan hasil pemantauan periode 9-11 April 2018, harga bapok di Bukittinggi dan Padang relatif stabil.

Tercatat harga di pasar tradisional untuk beras Rp12.000/kg, minyak goreng curah Rp.11.000/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp.12.000/kg, cabai merah keriting Rp.38.000/kg, bawang putih Rp.32.000/kg, bawang merah Rp.32.000/kg, dan telur ayam ras Rp.21.600/kg.

Sementara itu, pasokan beras di gudang BULOG Divre Sumatra Barat mencapai 15.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk enam bulan kedepan dan memasuki puasa dan Lebaran. 

Selain itu, harga bapok diketahui sesuai HET pada saat kunjungan ke toko swalayan yang terkoneksi dengan distribution center. 

Kemendag juga memberikan teguran lisan kepada ritel lokal di Bukittinggi dan Padang yang menjual harga bahan pokok diatas HET, dan juga menyarankan kepada toko ritel untuk memasang spanduk/standing banner yang memuat informasi ketersediaan beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging beku sesuai HET.

Patuhi HET Beras dan Pendaftaran Distribusi Bapok

Dalam rakorda, Dody menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menjalankan kebijakan mengenai HET beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” sebutnya menegaskan.

Pemantauan harga dilakukan di Pasar Bawah, Bukittinggi, Pasar Raya, Pasar Siteba, Padang, serta di beberapa toko swalayan lokal di Kota Bukittinggi dan Padang. Dalam pemantauan tersebut, harga diketahui stabil dan pasokan aman. 

Namun, para pedagang beras di pasar tradisional menginginkan agar BULOG secara kontinu memasok beras medium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemantauan harga di Pasar Raya dan pembukaan Rakorda HBKN 2018 dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. 

Dalam sambutan pembukaan Rakorda, Gubernur Irwan menegaskan kembali bahwa secara umum pasokan bapok tersedia dan harganya stabil, sehingga para ibu bisa tersenyum dan masyarakat dapat khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Idul Fitri 1439 H.(rel/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar