Jepang Tertarik Adakan Penelitian Cacing Pita di Sumut

Redaksi: Rabu, 25 April 2018 | 19.24.00

Salah satu jenis cacing pita yang ditemukan di Kabupaten Simalungun Sumatra Utara. (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Pada kenyataannya di Sumatera Utara ini  untuk sebagian  daerah atau desa yang hingga saat ini masyarakat nya mengidap cacing pita, fakta ini disebabkan banyaknya masyarakat yang mengkinsumsi daging mentah yang mengandung larva cacing dengan alasan menu makanan tradisi dari suku mereka inilah hingga menjadi  penyebab munculnya cacing pita hingga berkembang biak didalam perut seseorang.

Praktisi Kesehatan dari Sumut, Umar Zein mengatakan kami telah mengadakan penelitian di kabupaten simalungun,setelah dilakukan penelitian kami  banyak menemukan cacing pita di daerah kabupaten Simalungun tersebut, maka ia dan beberapa timnya sudah berupaya untuk mengeluarkan cacing pita tersebut dari tubuh pasien.

"Hingga Saat ini kita sedang lakukan pendekatan dan ajukan kerjasama dengan tiga universitas dari Jepang, yaitu universitas Yamaguchi, Universitas Asahikawa, dan Universitas Kioto Jepang. Kita minta bantuan kepada mereka dengan pemeriksaan yang lebih terfokus lagi serta menyediaka obat," jelasnya, Rabu (25/4/2018).

Diungkapkannya, dengan bekerjasama tiga universitas ini, akan diperiksa dengan adanya dugaan memiliki spesies baru dari cacing tersebut. Dan saat ini pihaknya baru mengirimkan ke tiga universitas tersebut  sebanyak empat sempel jenis cacing yang ada di perut pasien.

"Dari ke empat ini tiga spesies di duga hibrid gabungan dari dua species, tetapi mereka memerlukan sempel lebih banyak dan mereka rencana akan minta dana bantuan dari WHO," tuturnya.

Ditambahkannya, pihaknya tidak akan turun ke lapangan jika tidak ada obatnya karena masyarakat setempat bisa marah. Dan ia sudah meminta 12.000 dosis untuk 12.000 orang khusus Kabupaten Simalungun saja.

"Jumlah 12 ribu obat ini jelas belum mencukupi kebutuhan di Simalungun, sebab ada sekitar 170 kasus yang kita jumpai di satu desa saja, sedangkan di Simalungun mempunyai 36 kecamatan yang terdiri dari 16 desa, untuk itu kita tetap fokus kepada tiga universitas dari Jepang tersebut untuk ikut membantu melalui WHO," pungkasnya. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar