Kemendag Gelar Rakor Bapok di Semarang Semarang

Redaksi: Senin, 30 April 2018 | 00.20.00

(Foto: kemendag)

SEMARANG| HARIAN9
Menjelang Puasa dan lebaran 2018 Kementerian Perdagangan terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok). 

Salah satunya melalui koordinasi dengan dengan pemerintah daerah. Kali ini, Kemendag bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi daerah (Rakorda) "Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H" di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jawa Tengah, hari ini, Kamis (26/4).

"Kemendag akan memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bapok serta mengamakan distribusinya menjelang puasa dan Lebaran," kata Staf Khusus Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana. Eva menuturkan Pemerintah ingin menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pada level yang terjangkau. 

“Lewat rakorda ini, Pemerintah mengawal kesiapan instansi terkait di daerah dan para pelaku usaha distribusi bapok, terutama menghindari terjadinya kekurangan stok/pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi/penimbunan bapok secara tidak wajar,” tegas Eva.

Untuk mengawal kelancaran pasokan, Kemendag melakukan penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern.

"Bapok akan didistribusikan sebelum puasa ke seluruh daerah sesuai kebutuhannya secara bertahap sebagai antisipasi terhadap hal-hal tak terduga yang dapat menyebabkan lonjakan harga," imbuhnya.

Selain itu, Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras, minyak goreng, gula, dan daging untuk mengontrol lonjakan harga. 

"Khusus komoditas beras, seluruh pedagang beras di pasar tradisional diwajibkan menjual beras medium dan ritel modern wajib menjual beras premium sesuai dengan HET per 13 April 2018. Pemerintah juga siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan," ujar Eva.

Sebelumnya Kemendag telah melakukan Rakorda serupa di beberapa Provinsi. Hal ini untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan mulai dari pengadaan, distribusi, dan langkah stabilisasi yang akan dilakukan.

Sebelum Puasa dan Lebaran tahun ini, Medag telah menugaskan seluruh Eselon I Kemendag untuk turun langsung ke 34 Provinsi seluruh Indonesia sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan stok bapok.

Imbauan kepada Pemerintah Daerah

Pada Rakorda ini, Eva juga meminta pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah agar berperan aktif menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas khususnya menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H.

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, antara lain meningkatkan jumlah distributor terdaftar yang ada di wilayahnya melalui Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi (TDPUD) Bapok, mendorong pelaporan stok oleh distributor terdaftar sesuai Permendag 20/2017, serta melakukan pencatatan stok dan konsumsi di daerah untuk mengetahui kondisi surplus/defisit bapok. 


Selain itu, Eva juga menghimbau agar Pelayanan Satu Pintu Terpadu (PTSP) di daerah Kabupaten/Kota untuk menggunakan sistem luring (online) di http://sipo.kemendag.go.id untuk penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG).

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota juga diminta melakukan uji laboratorium terhadap beras medium dan premium yang beredar di pasar, mengacu pada Permendag 57/2017. Kemudian pemerintah daerah dapat melaporkan hasilnya kepada Kemendag melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas beras yang dijual di pasar memenuhi kriteria sesuai dengan Permendag 57/2017, sekaligus mendukung peningkatan kualitas data yang dipantau oleh kontributor SP2KP Kemendag," tandas Eva.

Pemantauan Stok dan Harga Bapok

Pada kunjungannya di Semarang, Eva meninjau langsung harga bapok di Pasar Rakyat Johar serta ritel modern Lotte Mart dan Hypermart. Selain itu, Eva juga meninjau stok bapok di gudang distributor swasta di Pasar Dargo, serta Gudang Bulog divre Jawa Tengah.

Hasil pemantauan secara umum harga bapok di Pasar Johar masih relatif stabil dan cenderung turun bila dibandingkan seminggu sebelumnya. Harga cabai merah mengalami penurunan sebesar 7,9 persen menjadi Rp.35.000/kg, bawang merah mengalami penurunan sebesar 21,8 persen menjadi Rp.25.000/kg, dan bawang putih kating juga turun 4 persen menjadi Rp.24.000/kg.

Untuk ritel modern, Lotte Mart dan Hypermart di Kota Semarang telah menerapkan harga komoditas tertentu sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, ritel modern ini juga telah memasang spanduk untuk menginformasikan penjualan barang kebutuhan pokok tersebut kepada konsumen.

Sementara itu, stok beras medium dan premium di gudang distributor swasta nomor C-47 Pasar Dargo sebanyak 50 ton dari total kapasitas 60 ton. 

Pedagang beras di pasar ini rata-rata menyalurkan 20 ton beras/minggu ke pasar-pasar rakyat seluruh Jawa Tengah dan akan menambah 5-10 persen dari stok normal untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada Puasa dan Lebaran 2018.

Sedangkan stok beras di gudang Bulog Divre Jawa Tengah cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan, sehingga pasokan Bulan Puasa dan Lebaran 2018 aman. 

“Jumlah keseluruhan stok beras di Gudang Bulog Divre Jawa Tengah sebanyak 67 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Bulan Puasa dan Lebaran tahun ini,” pungkas Eva. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar