Kinerja Perdagangan Bulan Maret 2018 Kembali Surplus

Redaksi: Minggu, 29 April 2018 | 00.48.00



JAKARTA| HARIAN9
Total ekspor bulan Maret 2018 mencapai USD.15,6 miliar, atau naik 10,2 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan nilai ekspor ini didorong peningkatan ekspor sektor nonmigas sebesar 11,7 persen menjadi USD.14,2 miliar. Sementara itu, ekspor migas turun 3,8 persen menjadi USD.1,3 miliar.

“Meningkatnya ekspor bulan Maret memperkuat optimisme tercapainya target ekspor tahun 2018,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Lebih lanjut disampaikannya, melalui capaian ekspor bulan Maret ini, maka secara kumulatif total ekspor selama triwulan I tahun 2018 berhasil mencapai USD.44,3 miliar. Nilai ini meningkat 8,8 persen dibanding triwulan I tahun 2017. 

Peningkatan ekspor selama triwulan I 2018 didukung oleh kenaikan ekspor nonmigas sebesar 9,5 persen menjadi USD.40,2 miliar dan kenaikan ekspor migas sebesar 1,8 persen menjadi USD.4,1 miliar. Ekspor bulanan selama triwulan I 2018 memperlihatkan kinerja yang membaik dibanding tahun sebelumnya.

Ekspor nonmigas ke beberapa negara mitra dagang selama Triwulan I 2018 menunjukkan kinerja yang baik. Ekspor nonmigas ke beberapa negara yang meningkat signifikan selama periode tersebut antara lain ke China (35,1%), Jepang (19,8%), Hongkong (17,8%), Persatuan Emirat Arab (16,7%) dan Thailand (15,5%).

Sementara itu, produk yang nilai ekspornya naik tinggi antara lain bijih, kerak, dan abu logam (891,1%); bubur kayu/pulp (42,9%); perhiasan/permata (38,0%); bahan bakar mineral (25,7%); ikan dan udang (22,8%); dan kertas/karton (22,2%). 

Peningkatan ekspor yang relatif signifikan tersebut menunjukkan semakin membaiknya permintaan terhadap produk ekspor Indonesia di pasar dunia.

Surplus USD.1,1 Miliar

Neraca perdagangan bulan Maret 2018 mengalami surplus sebesar USD.1,1 miliar. Surplus perdagangan ini terjadi setelah neraca perdagangan dua bulan sebelumnya mengalami defisit.

Surplus perdagangan di bulan Maret 2018 didukung oleh neraca perdagangan nonmigas yang surplus sebesar USD.2,0 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan migas defisit sebesar USD.0,9 miliar. 

Selain itu, surplus perdagangan bulan Maret 2018 disebabkan oleh impor yang tumbuh lebih rendah dari pertumbuhan ekspor dibanding bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan selama triwulan I 2018 mengalami surplus sebesar USD.282,8 juta, jauh di bawah surplus perdagangan triwulan I 2017 yang mencapai USD.4,1 miliar.

Tekanan terhadap neraca perdagangan triwulan I 2018 ini disebabkan oleh tingginya harga minyak mentah akibat adanya kenaikan harga minyak di pasar internasional. Secara keseluruhan, neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar USD.3,0 miliar.

Barang Modal Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Impor Maret 2018

Nilai impor selama bulan Maret 2018 mencapai USD.14,5 miliar, atau meningkat sebesar 2,1 persen dibanding impor bulan Februari 2018.

Pertumbuhan impor di bulan Maret ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan impor barang-barang nonmigas yang berupa barang modal.

Diungkapkannya, secara kumulatif total impor periode Januari–Maret 2018 mencapai USD.44,0 miliar atau naik 20,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. 

Kenaikan nilai impor tersebut didorong oleh kenaikan impor dibanding periode yang sama tahun sebelumnya untuk kategori barang modal (27,7%), bahan baku/penolong (18,3%), serta barang konsumsi (22,1%).

Kenaikan impor barang modal dan baku/penolong pada awal tahun menunjukkan sinyal pertumbuhan produksi industri domestik sebagai penggerak perekonomian. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar