SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Nelayan Sergai, Adukan Oknum Pol Air ke Propam Poldasu

Redaksi: Selasa, 17 April 2018 | 23.31.00

Ilustrasi

MEDAN| HARIAN9
Sejumlah nelayan di daerah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengadukan oknum petugas Pol Air ke Propam Poldasu, terkait kasus penembakan kapal milik mereka hingga hancur, Selasa (17/04/2018).

Penasehat hukum nelayan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marhanes Rahmat Davoqi yang turut mendampingi para nelayan mengungkapkan, hingga kini tidak diketahui penyebab terjadi aksi brutal oknum penegak hukum tersebut.

"Kami tidak tau apa kesalahan kami, tiba-tiba Polisi Air itu menembaki kapal kami yang menjadi sumber kehidupan kami. Dan sekarang ini kami membuat laporan pengaduan ke Propam Poldasu, agar para oknum Polisi Air tersebut dipanggil," jelas Rahmat Daviqi, perwakilan LBH Marhanes saat ditemui di pelataran parkir Propam Poldasu usai membuat laporan.

Dituturkannya, para nelayan sebenarnya hanya melaut menggunakan alat tangkap cangkrang. Jika alat itu tidak dibenarkan untuk menangkap ikan, maka nelayan siap menggantinya dengan cara menunggu alat tangkap baru dari Menteri Perikanan.

"Kejadiannya hari Rabu, 4 April 2018 para nelayan hanya menggunakan alat tangkap cangkrang, namun jika alat itu dilarang, maka mereka siap ganti dengan menunggu alat tangkap baru dari Menteri Perikanan," katanya.

Ditambahkannya, sedikitnya 2 unit kapal hancur akibat kebrutalan oknum Pol air. Dan sebelum ditembak, salahsatu nelayan berusaha untuk berlindung dari peluru petugas.

"Kebrutalan oknum Pol Air membuat dua kapal hancur dan tidak bisa digunakan lagi. Dan pada saat kejadian itu, salahsatu nelayan berusaha untuk berlindung dari peluru petugas. Jika tidak berlindung maka dia akan jadi korban peluru itu," tutur Rahmat.

Setelah adanya kejadian, salahsatu nelayan bernama Sulaiman ditangkap dan kini sudah 10 hari menjalani masa penahanan

"Usai kejadian itu, Sulaiman salahsatu nelayan ditangkap polisi, dan sudah 10 hari mendekam dibalik jeruji Polsek Sergei," pungkasnya. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar