Cawagub Ijeck Dukung Petani Sumut Lepas Dari Jerat Praktek Ijon

Redaksi: Senin, 14 Mei 2018 | 15.54.00

Cawagub Musa Rejeckshah,Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut Fadli Abdina berfoto bersama. (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9 
Dengan masih ditemukannya petani di Sumatera Utara yang berurusan dengan pengijon, menjadi perhatian bagi banyak tokoh di Sumut. Termasuk tokoh pemuda tani Sumut Musa Rajeckshah. Ijeck yang biasa dipanggil berkomitmen untuk mendukung petani lepas dari jerat itu.

Dikatakannya, salah satu kendala yang masih dihadapi petani di Sumut adalah masalah permodalan. Terbatasnya akses ke bank atau lembaga pembiayaan lainnya membuat banyak petani menjatuhkan pilihan pada rentenir yang membuat praktek ijon masih marak.

"Praktek ijon ini, membuat petani membayar pinjaman modal dengan hasil pertaniannya tentu sangat miris. Karenanya petani akan  ketergantungan dan semakin jauh dari kata sejahtera," katanya, Senin (14/5/2018)

Dijelaskannya, praktek ijon ini adalah masalah pertanian di Sumut. Hasil pertanian dibeli pemilik uang dengan harga yang sudah ditentukan lebih dulu. Petani harus jual ke pengijon karena sudah meminjam modal atau uang lebih dulu.

"Kita berupaya agar petani bisa mandiri dalam mengelola sawah dan hasil pertaniannya. Salah satunya dengan menyediakan akses petani kecil ke dunia perbankan secara adil dan berkelanjutan. Persoalan di lapangan, petani kita sulit menembus bank. Maka itu, bank daerah milik Pemprov Sumut harus lebih dimaksimalkan dan diandalkan untuk membantu petani nantinya," ungkapnya.

Dituturkannya, setelah bebas dari pengijon yang kemudian berpraktik seperti rentenir, petani di Sumut diharapkan bisa lebih maksimal dalam mendukung upaya ketahanan pangan di Sumut. 

"Ketersediaan lahan pertanian juga harus dipertahankan. Pupuk dan benih disesuaikan dengan kebutuhan di satu daerah. Di samping itu, lahan yang ada dan dikelola petani juga harus dijaga agar hasilnya optimal dan petaninya turut sejahtera, tanpa riba," katanya.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut, Fadly Abdina, mengatakan, isu pertanian tidak hanya semata pengelolaan lahan. Tapi juga pengintegrasian sektor pertanian dari hulu hingga hilir, dari penyediaan benih, bibit dan pupuk yg baik serta terjangkau, penyediaan permodalan, penanganan pasca panen hingga penjaminan pasar yang baik buat para petani. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar