Jelang HBKN 2018, Kemendag Gelar Rakorda di Mataram

Redaksi: Rabu, 02 Mei 2018 | 00.08.00

(Foto: kemendag)

MATARAM| HARIAN9
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk memastikan stok dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Perdagangan turun langsung memantau kesiapan daerah menjelang Ramadan dan Lebaran 2018 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (30/4). 

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) "Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H".

“Rakorda ini merupakan langkah Kemendag menjalankan arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas (Ratas) pada 5 April 2018 dan tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018,” kata Lasminingsih.

Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini dalam Rakornas di Bandung pada 23 Maret 2018 lalu. 

Pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok Permendag 20/2017, harga acuan Permendag 27/2017 dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Permendag 57/2017. 

"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," kata Lasminingsih.

Kedua, melalui penatalaksanaan, Kemendag melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha, fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha serta penugasan BULOG.

Rakorda ini dilakukan di 34 provinsi dan dijadwalkan pada H-30 sampai dengan H-10 puasa. Hingga minggu ke-4 bulan April, Kemendag telah menggelar rakorda di 26 provinsi yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Timur, Aceh, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Papua Barat dan Gorontalo termasuk pada hari ini di Nusa Tenggara Barat.

Langkah ketiga, melakukan pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat serta Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok. Pemantauan ini dilakukan ke pasar rakyat, ritel modern, serta gudang BULOG divre setempat dan distributor.


Keempat, melalui upaya khusus, yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern dengan mengawal kelancaran pasokan bapok ke pasar pantauan.

Dalam rangkaian rakorda ini, Lasminingsih beserta Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Provinsi NTB melakukan pemantauan harga bapok di Pasar Mandalika dan Pasar Dasan Agung. 

Hasil pemantauan per 30 April 2018, tercatat harga di pasar tradisional untuk beras medium Rp.8.000-Rp.9.000/kg, minyak goreng curah Rp.10.350/kg, bawang putih Rp.25.000-Rp.27.000/kg, bawang merah bima Rp.25.000-Rp.30.000/kg, daging ayam ras Rp.36.000/kg-Rp.38.000, telur ayam ras Rp.1.500 per butir, daging sapi Rp.120.000/kg, cabai rawit merah Rp.25.000-Rp.40.000/kg, cabai merah besar Rp2.0.000-Rp.30.000/kg, cabai merah keriting Rp.20.000-Rp.30.000/kg. 

Dengan demikian untuk wilayah di NTB harga terpantau relatif stabil.

Selain ke 2 pasar tersebut, Lasminingsih juga melakukan pantauan harga ke ritel modern lokal di Kota Mataram. Hasil pantauan menunjukkan bahwa gula pasir, daging beku, minyak goreng dan beras dijual sesuai HET. 

Kebijakan HET yang berlaku yaitu gula Rp.12.500/kg, daging beku Rp.80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp.11.000/liter, dan khusus untuk wilayah NTB HET untuk beras premium yaitu Rp.12.800/kg.

Selanjutnya pemantauan dilakukan ke gudang BULOG Divre NTB dan gudang distributor setempat, untuk memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok. 

Hasil pantauan tersebut menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di NTB terjamin dan aman menjelang bulan puasa dan Lebaran 2018.

“Pemerintah Pusat tetap melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran 2018 dengan khidmat, tenang, bahagia dan tetap tersenyum,” ungkap Lasminingsih.

Imbauan kepada Pemerintah Daerah

Lasminingsih menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan tahun lalu yang diraih pemerintah daerah NTB dan segenap pemangku kepentingan karena mampu menjaga stabilisasi harga dan pasokan bapok pada saat Rakorda. 

Selain itu, Lasminingsih juga menyampaikan agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dapat mempertahankan kesuksesan yang dicapai tahun lalu dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok di wilayah masing-masing.

Lasminingsih juga mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada dan melakukan upaya antisipasi dini untuk menjaga ketersediaan bapok bagi masyarakat khususnya saat puasa dan Lebaran dengan harga yang terjangkau. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar  


Komentar