Menkeu: Asuransi Kesehatan Indonesia Harus Realistis

Redaksi: Kamis, 17 Mei 2018 | 00.03.00

Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada awak media dalam usai acara Kemitraan dalam Kesehatan, di Hotel Shangrila Jakarta (15/05). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Pemerintah terus memikirkan sistem seperti apa yang dibutuhkan dan kemampuan dalam hal pembiayaan program jaminan kesehatan nasional. Hal ini diungkapkannya pada acara Kemitraan dalam Kesehatan, di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (15/05).

"Desain dan passion untuk asuransi kesehatan Indonesia harusnya realistik, harus didesain untuk mentargetkan baik populasi yang paling produktif dan yang paling rentan dan dari rumah tangga ekonomi menengah ke bawah," ujarnya.

Dalam acara diskusi publik yang terselenggara atas kerjasama Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dan Bank Dunia ini, Menkeu menyampaikan beberapa tahapan yang dilakukan pemerintah dalam penyempurnaan sistem jaminan kesehatan nasional.

"Pertama, kita tentu sadar upaya kita dalam meningkatkan dan membuat asuransi cakupan nasional,  kesehatan nasional harus menutup gap-gap yang ada yaitu dalam hal finansial, dalam hal kemampuan infrastruktur, kesehatan dan juga SDM, kesehatan," jelasnya.

Tahapan yang kedua adalah membangun sebuah sistem yang memberikan kontribusi yang terkait dengan tidak lagi memberikan subsidi penuh yang mungkin dapat membingungkan karena mayoritas masyarakat berpikir atau berharap asuransi jaminan kesehatan nasional ini gratis dalam menggunakan semua fasilitas.

"Kita suka membandingkan dengan negara-negara Eropa. Jadi, ketika Anda lahir sampai anda meninggal,  semuanya sudah diurus oleh negara. Mereka tidak lihat sisi lainnya di mana mereka membayar pajak sangat tinggi. Jadi, orang Indonesia suka tidak bayar pajak tapi (ingin) semuanya gratis. Ini adalah salah satu tantangan bagi kita. Ini adalah proses edukasi untuk sebagian besar populasi Indonesia," tambahnya.

Untuk tahapan selanjutnya yang ketiga adalah cakupan asuransi nasional, Pemerintah juga dapat menggunakan metode yang sama dengan pengembangan infrastruktur dan SDM kesehatan yang bisa dilakukan secara efektif dengan dukungan sektor swasta. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar