Perluas Akses Pasar Produk Dalam Negeri, Kemendag dan APPBI Gelar Pameran Mall-to-Mall

Redaksi: Kamis, 17 Mei 2018 | 17.43.00



JAKARTA| HARIAN9
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti menegaskan akan terus berupaya meningkatkan akses pasar bagi produk dalam negeri. 

Hal ini dilakukan agar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa memperoleh kesempatan untuk bersaing dengan produk sejenis lainnya
yang dijual di mal. 

Salah satunya dengan menggelar pameran Mall-to-Mall 2018 bertema Indonesia Kreatif yang berlangsung pada 16–20 Mei 2018 di Mal Kasablanka, Jakarta.

"Pameran Mall-to-Mall ini merupakan upaya Kemendag memberikan peluang bagi para pelaku UKM untuk menampilkan produknya dan bersaing dengan berbagai merek yang berada di mal terkemuka," ujarnya saat peresmian pameran pada hari ini, Kamis, (17/5) di Mal Kasablanka, Jakarta.

Menurutnya, pameran Mall-to-Mall bisa menjadi motivasi para pelaku kreasi untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui pemanfaatan bahan baku lokal. 

Dengan demikian, produk yang dihasilkan akan memiliki keunikan sehingga dapat bersaing dengan produk impor sejenis yang masuk ke pasar Indonesia melalui merek internasional.

"Kehadiran mal saat ini tidak hanya sebagai tempat berbelanja kebutuhan saja, tetapi sebagi pemenuhan gaya hidup khususnya masyarakat urban. Untuk itu, mal harus lebih kreatif dalam menghadirkan daya tarik bagi masyarakat," jelasnya.

Pelaku UKM yang terpilih sebagai peserta dalam pameran ini telah diseleksi berdasarkan kualitas, keunikan, kreativitas, dan inovasinya dalam menghasilkan seni kerajinan tangan yang bernilai tinggi, serta siap bersaing baik di pasar domestik maupun internasional.

Mall-to-Mall 2018 merupakan bentuk komitmen kerja sama antara Kemendag dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Pameran Dagang Mikro Kecil dan Menengah di Pusat Perbelanjaan Indonesia pada 1 Februari 2018.

Pemerintah dan APPBI menyediakan ruang promosi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di mal untuk membuka kesempatan dalam meningkatkan daya saing UMKM, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri, serta terjalin kemitraan yang menguntungkan antara pelaku usaha pusat perbelanjaan dengan pelaku UMKM. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 












Komentar