Bulog Drive Sumut Bersama Satgas Pangan Adakan Rapat Bahas Stok Pangan Jelang Lebaran

Redaksi: Minggu, 10 Juni 2018 | 18.26.00

Kepala Bulog Devisi Regional (Drive) Sumatra Utara,Benhur Ngkaimi Bersama Tim Satgas Pangan Sumatra Utara Kompol Roman Smaradhana pada saat pemaparan kepada para awak media. (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, peminat daging beku berupa daging kerbau dari India yang dijual Bulog sangat minim, namun tahun ini animonya cukup banyak, bahkan melebih dari target yang dialokasikan Bulog Sumut.
  
"Pada kenyataan, saat ini daging beku merupakan bisnis yang sangat potensial," tegas Benhur Ngkaimi, Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Utara kepada wartawan di kantornya, Jumat (8/6/2018).
     
Benhur bersama Kompol Roman Smaradhana Elhaj dari Tim Satgas Pangan Sumut Jumat pagi menggelar rapat terbatas membahas stok pangan utamanya beras dan daging.
      
Benhur menuturka,untuk daging beku Bulog seharga Rp.80.000 per kg, dari 200 ton yang dialokasikan, kenyataan sampai pertengahan Ramadhan sudah terjual 100 ton, kini lagi bongkar di Pelabuhan Belawan 130 ton. 

"Kalau masih kurang, kita akan minta stok dari Jakarta karena pemerintah melalui Bulog baru saja mengimpor daging beku lagi sebanyak 100.000 ton. Stok daging tidak kurang," tuturnya.

Ditambahkannya, kami tidak menyangka peminat daging beku sekarang cukup besar karena soal rasa tak ada beda dengan daging sapi lokal. Kenyataan sekarang daging beku sudah dikenal masyarakat dan merasakannya memang enak."Daging beku merupakan bagian dari bisnis Bulog," katanya.
   
Benhur menegaskan secara umum stok pangan seperti beras sangat aman. Bahkan Bulog kini menguasai stok 80.000 ton beras cukup hingga delapan bulan alokasi. 

"Beras cukup banyak, bahkan kini kami akan menjualnya ke Aceh," ujarnya.
   
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Rp.9.950 per kg, di pasaran Rp.9.920 per kg, lebih rendah dari HET. Kondisi ini terjadi karena ketersediaan beras yang cukup, jalur distribusi bagus dan adanya Satgas Pangan yang terus memantau situasi di lapangan. 

Hal ini juga membuat Sumut termasuk dalam tiga provinsi terbaik di Indonesia dalam hal penanganan harga pokok, NTB termasuk di dalamnya. Sumut juga jadi Pilot Project Modal Stabilisasi Harga Pokok. 
     
Sementara untuk gula pasir juga relatif aman, harga jual Bulog Rp.11.500 per kg, HET Rp.12.500 per kg. Begitu juga cabe merah yang harganya anjlok ke posisi Rp.18.000-Rp.20.000 per kg.
    
Akan halnya Operasi Pasar (OP) bahan pokok, utamanya beras, Benhur menyebut Bulog akan tetap OP meski harga di pasar tidak bergejolak.
    
Sementata itu Kompol Roman Smaradhana Elhaj dari Tim Satgas Pangan Sumut yang juga Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Poldasu menambahkan intinya situasi pangan di Sumut, khususnya menjelang lebaran  aman sampai sekarang. 

Tercatat hanya dua kasus pangan yang kini sedang ditangani yakni kasus LPG dimana gas elpiji yang kecil dioplos ke gas ukuran 10 dan 12 kg. Kemudian kasus bawang bombay dan bawang putih kini sedang ditangani.
    
Pada kasus bawang bombay ukuran di bawah 5 cm yang diduga masuk ilegl, Kompol Roman menyebut pihaknya sudah menahan dua orang yang ada di Hamparan Perak dan Jalan Letda Sujono, sekarang masih proses penyidikan dan bawang bombaynya juga diamankan.

"Satgas Pangan tak pernah menerima info masuknya bawang bombay tersebut," ungkapnya.
   
Jadi bawang bombay tersebut lolos setelah dari Bea Cukai dokumen lengkap  dan dari Karantina tak ada penyakit sehingga lolos masuk. 

"Perlu kerjasama semua pihak agar barang yang masuk juga aman," pungkas Roman. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar