Bus Rombongan TK Gloria Masuk Jurang di Bandarbaru,14 Korban Dilarikan ke RS Adam Malik

Redaksi: Senin, 11 Juni 2018 | 19.11.00

Salah satu penumpang bis rombongan TK Gloria dirawat di RSUD H Adam Malik Medan. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9
Bus pariwisata nomor polisi B 7506 XA  bermuatan rombongan TK Gloria Padang Bulan Medan terperosok ke dalam jurang kawasan Jalan Jamin Ginting KM 53 Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Sabtu (9/6/2018) sore. 

Akibat kejadian itu, sebanyak 14 penumpang bus tersebut mengalami luka-luka dilarikan ke RSUP H Adam Malik, Medan.

Seorang korban, Sri Yanta Sembiring (26) yang juga orang tua murid Jepayona Ginting (6) menceritakan dirinya bersama rombongan menaiki bus pariwisata itu menuju Micky Holiday Kabupaten Karo, guna mengikuti perpisahan sekolah anaknya.

"Kebetulan dalam satu bus itu para siswa PAUD-TK bersama orangtua dan guru melaksanakan perpisahan sekolah anak-anak di Micky Holiday," kata Sri saat ditemui wartawan di ruangan RB 2A RSUP H Adam Malik, Minggu (10/6/2018).

Hendak pulang ke Kota Medan, lebih lanjut dikatakan Sri dalam keadaan terbaring lemah, bus yang ditumpangi itu mengalami kerusakan dan berhenti selama 30 menit di kawasan Penatapan, Kabupaten Karo.

"Awal bus rusak di kawasan Penatapan dan berhenti sekitar 30 menit. Kata supir ada kerusakan. Setelah diperiksa, kernek bus mengatakan kepada supirnya kalau bus tidak bisa dibawa jalan lagi dan disarankan para penumpang dipindahkan ke bus lainnya. Tapi sang supir tetap memaksa mengemudikan bus itu. Tak lama kemudian, bus masuk jurang pukul 18.00 WIB," jelasnya.

Kepala IGD RSUP H Adam Malik dr Utama Abdi Tarigan SpBP-RE (K) menyebutkan 14 korban itu masuk dari pukul 20.00 WIB. Saat ini pihaknya telah melakukan operasi terhadap dua pasien dan delapan pasien dirawat inapkan.

"Empat pasien lainnya sudah dapat berobat jalan (pulang) karena luka ringan yaitu Karen Apuk br Kaban (5) mengalami kening luka memar, pipi sebelah kanan luka memar, tangan kanan terkilir, Karine Gracielia (15), Joseph Hans Prayer Bangun (7) mengalami luka leher terasa sakit. "Dan Risma Antani (40) hidung luka lecet, bengkak pada paha kanan, pipi kiri luka lecet," sebut dr Utama didampingi staf humas Rosario Dorothy Simanjuntak dan Khairul.

Nama-nama pasien yang dirawat antara lain, Chelsi Olivia (11) luka memar pada kening sebelah kanan, kepala sebelah kanan bengkak, Sri Yanta br Sembiring (26) kening sebelah kanan luka memar, pinggang sebelah kiri luka memar, Belive Imanule Bangun berusia 1 tahun 4 bulan (luka koyak pada kepala sebelah kanan).

Rostina Sinuraya (58) kening, pipi sebelah kanan, dan tulang kering kaki kiri luka kotak, lengan kiri/kanan luka memar, Jepayona Ginting (6) luka koyak kepala sebelah kiri, punggung sebelah kiri luka memar, paha kanan luka memar. Naomi Pratiwi Sembiring (32) mengalami kaki kanan patah, kening kiri, pipi kiri luka koyak, dada terasa sakit.

Selanjutnya, Eriady Syahputra Bangun (34), Basrida br Sinuraya (56) mengalami luka kepala bagian atas dan kening robek, Lovely Bangun (5) mengalami luka, kening luka koyak, Elisabet br Ginting (65) mengalami luka, kaki kanan patah, kaki kiri luka lecet, lengan kiri luka lecet.

Terpisah, Kapolsek Pancurbatu melalui Kanit Lantas Ipda Sehat Sinulingga mengatakan kecelakaan tunggal itu terjadi diduga karena rem bus pariwisata tersebut mengalami blong.

"Karena remnya blong, pas memasuki TKP dimana jalannya menurun dan menikung, sopir bus kehilangan kendali, hingga bus terperosok ke jurang. Seluruh penumpang yang menjadi korban sudah mendapat perawatan medis. Bus pariwisata yang mengalami kecelakaan itu kita amankan ke mako, sedangkan sopirnya masih kita buron," pungkas Sehat. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar