Ekspedisi Indonesia PRIMA Berakhir di Sibolga

Redaksi: Kamis, 14 Juni 2018 | 13.31.00

(Foto: esdm)


TAPANULI TENGAH| HARIAN9
Kapal Geomarin III (GOMA) yang melakukan Ekspedisi Indonesia PRIMA (Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis) 2018, hari Selasa (12/6) pukul 13.00 WIB berlabuh di Pelabuhan Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengakhiri ekspedisi mengarungi Samudera Hindia yang berlangsung mulai 24 Mei 2018 dari Pelabuhan Cirebon setelah melalui 5 titik (dari perairan Barat Sumatera hingga Teluk Benggala).

Ekspedisi Indonesia PRIMA ini merupakan ekspedisi bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), digandeng Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dalam rangka meningkatkan akurasi observasi cuaca dan prediksi cuaca kelautan di Samudera Hindia,

Anggota Tim Ekspedisi Indonesia PRIMA mengaku lega telah menyelesaikan ekspedisi ini. 

"Di saat keluarga di kampung halaman sudah bersiap-siap untuk merayakan Lebaran, kami masih berjuang di laut. Seringkali tinggi ombak naik ke anjungan 12 meter kadang lebih, akhirnya hari ini kami berhasil menyelesaikannya, insya Allah dengan hasil yang memuaskan," ujar Catur Purwanto, peneliti P3GL yang turut ambil bagian dalam ekspedisi tersebut, setiba di Pelabuhan Sibolga, Tapanuli Tengah, Selasa (12/9).

Pada ekspedisi kali ini, tim melakukan pengambilan data meteorologi maritim, atmosfer, oceanografi, pengamatan marine-geofisika, dan pengamatan cuaca setiap jam selama rute pelayaran. 

Ekspedisi akan menghasilkan data pengamatan RAMA Buoy (Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction) yang real-time dan meningkatkan akurasi prediksi cuaca dan diharapkan segera terintegrasi dengan portal MIDAS (Maritime Integrated Data System), sebuah portal untuk seluruh kegiatan yang terkait dengan kelautan secara real-time. 

Jika sudah terintegrasi dengan data terbaru, akan sangat bermanfaat dalam pemahaman terhadap cuaca dan iklim serta sektor kemaritiman negara Indonesia di masa depan.

Bagi ABK Geomarin III, berakhirnya Ekspedisi Indonesia PRIMA 2018, bukan berarti bisa langsung kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Pelayaran selanjutnya telah menanti. 

Tanggal 20 Juni hingga 14 Juli 2018, Kapal Geomarin III akan melanjutkan penelitian Gas Biogenik Cekungan Nias, Sumatera Utara. Untuk mempersiapkan keberangkatan, sejumlah anggota tim tetap berada di Kapal Geomarin III dan dipastikan melewatkan Idul Fitri di perairan Sibolga.

Tim Gas Biogenik Cekungan Nias yang akan berangkat pada 20 Juni nanti terdiri dari para peneliti, teknisi dan ABK yang diketuai peneliti P3GL, Riza Rahadiawan. Dalam pelayarannya, mereka akan melakukan pengkayaan data migas guna mendukung eksplorasi gas biogenik dan peningkatan kualitas data wilayah kerja migas. (esdm/03)
Editor: Madan H Siregar






Komentar