Kemendag Gelar Pasar Murah Ramadan 2018 di Sumatra Selatan

Redaksi: Jumat, 08 Juni 2018 | 02.26.00



PALEMBANG| HARIAN9
Menjelang Lebaran 2018, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pihak swasta mengadakan Pasar Murah Ramadan 2018 di seluruh Indonesia. 

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Kementerian Perdagangan untuk membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan
harga terjangkau.

“Kegiatan Pasar Murah Ramadan ini bukanlah bagi-bagi sembako. Masyarakat yang membutuhkan harus tetap membeli tetapi dengan harga yang lebih murah. Selanjutnya seluruh pendapatan dari hasil penjualan akan disumbangkan ke lembaga-lembaga keagamaan," ungkap Inspektur Jenderal Srie Agustina, Rabu (06/06).

Penyelenggaraan pasar murah di Provinsi Sumatra Selatan dilaksanakan di enam titik yaitu Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Oku Timur; DPD LDII Kabupaten Ogan Ilir; Pesantren Al Muzakir Kabupaten Muara Enim; Pondok Pesantren Al Furqon Kabupaten Prabumulih; Pondok Pesantren Aulia dan Masjid Al-Amin, Kota Palembang.

Ditambahkannya, Kemendag mendukung penuh inisiatif sektor swasta yang ingin bekerja sama dengan lembaga keagamaan dalam menyelenggarakan Pasar Murah Ramadan. 

Bagi pihak swasta, kegiatan pasar murah merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat dan membantu
memberdayakan pesantren. 

"Kami juga berharap ibu-ibu dapat tersenyum menyambut puasa dan Lebaran, serta saudara-saudara umat muslim dapat semakin khusyuk beribadah tanpa beban pikiran karena kebutuhan bapok dapat dibeli dengan harga terjangkau dan stabil," ujarnya.

Dalam kegiatan pasar murah ini disediakan 500 paket barang kebutuhan pokok. Setiap paket sembako diisi dengan 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 botol sirop. Seluruh produk yang senilai Rp.120.000 ini dijual dengan harga Rp.50.000 per paket.

Selama pasar murah Ramadan berlangsung, jajaran Kemendag juga memantau harga bapok di kabupaten atau kota tempat pasar murah diadakan. Sehingga bisa diambil langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok. 

"Kemendag akan terus mengawal, memantau, dan memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil," tambahnya.

Berbagai upaya telah dan terus dilakukan Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok yaitu melalui penguatan regulasi, koordinasi dengan kementerian/lembaga dan daerah, penatalaksanaan melalui pemantauan dan pengawasan, serta penetrasi pasar. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar