Kemendag Pantau Harga dan Stok Bapok di Ternate Maluku Utara

Redaksi: Selasa, 12 Juni 2018 | 01.04.00



TERNATE| HARIAN9
Kepala Badan Pengembangan dan Pengkajian Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan memastikan harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok) terkendali hingga Lebaran yang kurang dari seminggu lagi. 

Hal ini disampaikannya saat kunjungan ke Kota Ternate, Maluku Utara, hari ini, Sabtu (9/6).

“Melalui pemantauan ini, Kemendag akan terus menjaga bapok agar harga stabil dan pasokannya cukup saat Lebaran nanti. Selain itu, pemantauan kali ini merupakan tindak lanjut Rakor Hari Besar Keagamaan Nasional yang dilaksanakan awal Mei lalu,” ungkap Kasan.

Dalam kunjungan kali ini, Kasan meninjau Pasar Rakyat Gamalama dan Hypermart di Kota Ternate. Pada pantauan di Pasar Gamalama menunjukkan beras medium dijual di harga Rp.10.000/kg. 

Harga ini lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah Maluku Utara yaitu sebesar Rp.10.250/kg. Begitu juga dengan beras premium, rata-rata dijual dengan harga Rp.13.000/kg. HET untuk beras premium di wilayah ini adalah Rp.13.600/kg.

“Secara keseluruhan harga cukup stabil, hanya saja pada komoditas bawang merah, bawang putih, dan telur ayam masih sering bergejolak. Hal ini disebabkan pasokan komoditas tersebut sangat tergantung dari daerah lain,” ujarnya. 

Sementara itu, di Hypermart Kota Ternate telah menjual bapok sesuai dengan ketentuan HET yang telah ditentukan. 

“Hypermart telah menjual sesuai dengan ketentuan HET. Bahkan beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir dijual di bawah harga HET,” jelasnya.

Pemerintah mengatur harga penjualan beras di tingkat konsumen dengan instrumen HET melalui Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Namun tidak ada masalah jika komoditas tersebut dijual di bawah HET.

Selain pasar dan ritel modern, Kasan juga berkesempatan meninjau persediaan bapok di gudang Bulog dan gudang milik swasta Firma Agung. Di kedua gudang tersebut, dipastikan stoknya cukup sampai setelah lebaran, bahkan untuk dua bulan ke depan.

“Pasokan ini sudah diperhitungkan sampai setelah lebaran. Kemendag akan terus memantau ketersediaan bapok setiap daerah dengan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik pusat maupun daerah,”pungkasnya. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar