Larispa Sukses Diakreditasi 283 Program Studi Perguruan Tinggi

Redaksi: Senin, 11 Juni 2018 | 19.58.00

Said Iskandar Al Idrus, MSC didampingi Rahmadani M.Kom pada saat pembahasan materi implementasi standar baru pendidikan tinggi. (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Kinerja Lembaga Riset publik (Larispa) Indonesia yang sudah berdiri selama 15 tahun telah bedampak secara nasional (civil effect). Hal ini dapat dilihat dengan berhasilnya Larispa membantu 283 akreditasi program studi perguruan tinggi hingga tahun 2018.

Ketua Larispa Indonesia M Rizal Hasibuan mengatakan, tahun 2018 sampai bulan Juni ini, Larispa telah mengkonsultasi 24 program studi dan telah membantu 20 program studi berstandar nasional baik di STIKes Nurul Hasanah Aceh 3 prodi, STIKes Flora 3 Prodi, STT Pekanbaru 3 Prodi, STAI Assadiyah Sengkang 1 Prodi, IKIP GunungSitoli 6 Prodi, AKBID Menara Bunda Kolal 1 Prodi, AKBID Haga 1, Universitas Asahan 4 Prodi.

"Untuk sektor kesehatan dan riset sektor publik, saat ini kita tengah menjalakan konsultasi akreditasi pada RSUD Kotacane dan telah selesai melakukan riset sektor publik di 2 daerah di Aceh dan beberapa penelitian di Medan dan Aceh,"jelasnya pada acara upgrading Larispa di Medan, Senin (11/6/2018).

Sampai saat ini Larispa telah memiliki 7 perwakilan baik di Jakarta, Padang dan Riau, Kepulauan Nias, Makassar, Balikpapan dan Jambi, dimana kita memberi jasa penelitian, Pelatihan, Survei, Konsultan pendidikan dan kesehatan dan Riset Sektor Publik.

"Larispa sebagai konsultasi pendidikan tinggi berstandar nasional baik (Akreditasi B), di daerah Ambon, Makassar, Aceh, Balikpapan, Riau, kepulauan Nias, dan dampaknya telah di rasakan di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Untuk itulah pihaknya harus tetap tingkatkan kualitas SDM karyawan dan juga anggota komunitas Larispa pada bidang pendidikan dengan melakukan upagrade, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan yang terjadi sekarang.

"Kegiatan ini sendiri diisi oleh Dr Fitri Rahmadan, M.Si dengan materi implementasi standar baru pendidikan tinggi sesuai dengan Permenristekdikti 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Per-BAN-PT Nomor 4 dan 6 tahun 2017," ujarnya

Untuk materi kedua disampaikan oleh Rahmadani M,Kom tentang pemanfaatan softwere plagiarisme dalam peningkatan kualitas pembuatan akreditasi.

"Lalu pembicara terakhir Said Iskandar Al-Idrus, MSC membahas tentang pemanfaatan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dalam mencapai standar Nasional Pendidikan (Akreditasi) Unggul," imbuhnya. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar