cari


 

Musperin Pertama di Indonesia Diresmikan Gubsu, Asian Agri Sabet Tiga Sertifikat ISPO

harian9 author photo
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ir Bambang MM didampingi Kepala Sekretariat ISPO R Azis Hidayat menyaksikan penyerahan sertifikat ISPO kepada perwakilan Asian Agri yakni Head Estate Asian Agri Simon Sihotang.
MEDAN| HARIAN9
Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) di Kompleks PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Jalan Brigjen Katamso Medan diresmikan Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi dan Direkrotat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ir Bambang MM, Sabtu (10/12/2016). 

Musperin ini dipelopori oleh Soejadi Kartasasmita yang sudah berusia 90 tahun namun masih energik dan dipimpin oleh Sri Hartini yang sebelumnya sangat sukses mengembangkan museum Provinsi Sumatera Utara di Jalan Gedung Arca sehingga diminati oleh masyarakat luas, termasuk kalangan pelajar.

"Kini Sumatera Utara memiliki 21 museum, dan Museum Perkebunan ini merupakan satu-satunya museum perkebunan di Indonesia dan mencakup riwayat perkebunan kelapa sawit, karet, cokelat, dan lainnya," ujar Gubsu HT Erry Nuradi saat menyampaikan kata sambutan. 

Hadir dalam acara itu ratusan pengusaha perkebunan, sejumlah tokoh seperti Rahmad Shah, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, para kepala dinas perkebunan se-Indonesia, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono, serta ratusan undangan lainnya.

Gubsu menyambut baik kehadiran Musperin dan yakin kepemimpinan Sri Hartini akan sama suksesnya seperti saat memimpin Museum Provinsi Sumatera Utara. "Slogan Museum Perkebunan ini yaitu Conecting The Past To The Future sangat tepat. Masyarakat harus tahu bahwa Sumatera Utara adalah awal dari industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia," ujar Gubsu.

Raih Sertifikat
Dalam acara  yanhg dirangkaikan dengan peringatan Hari Perkebunan Indonesia yang ke-59 itu, Asian Agri Grup sebagai salahsatu perusahaan perkebunan Indonesia kembali menerima sertifikat ISPO (Indonesia Suistanaibilty Palm Oil) atas unit bisnisnya. Yakni sertifikasi yang diperoleh ditujukan kepada PT MUP (Mitra Unggul Pusaka), PT RAU (Rigunas Agri Utama) yang berolaksi di Provinsi Riau dan PT Gunung Melayu yang berlokasi di Sumatera Utara.

Ketiga sertifikasi diterima langsung oleh Head Estate Asian Agri Simon Sihotang, Regional Head Sumut Ferry D Sinaga, dan Human Resources Operation Asian Agri Mariadi. Menurut Simon Sihotang, momen ini adalah yang kesekian kalinya Asian Agri memperoleh Sertifikat ISPO.

"Sekitar 90% perusahaan-perusahaan unit bisnis Asian Agri sudah bersertifikat ISPO. Sedangkan 10%  saat ini masih dalam proses guna memperoleh sertifikasi," ujarnya.

Bahkan, menurutnya lagi, Asian Agri juga mendorong petani swadaya dan petani plasmanya untuk memperoleh sertifikat ISPO. 

"Melihat pentingnya sertifikasi ini dalam mendukung industri kelapa sawit yang berkelanjutan, maka kami juga mendorong petani swadaya dan petani plasma kami untuk turut juga mendapatkan sertifikasi ISPO," imbuhnya.

"Saat ini petani swadaya binaan kami yang berlokasi di Riau, yakni Petani Swadaya Amanah sedang dalam proses audit guna mendapatkan sertifikasi. Selain itu petani Plasma kami di Riau, yakni dari KUD Bukit Petaloh baru-baru ini juga baru memperoleh pelatihan yang bertujuan  untuk memberikan pengenalan terkait ISPO. Sehingga harapan kami petani binaan kami ini, baik petani swadaya maupun petani plasma dapat menjadi "pilot project" di Indoneisa  dalam upaya untuk mendapat sertikasi ISPO baik itu bagi petani swadaya maupun petani plasma," terangnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan yang mendukung industri kelapa sawit yang berkelanjutan didalam operasional perusahaannya senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan yang menerapkan 5C dalam operasionalnya yakni sebagai perusahaan yang baik untuk untuk Country, Community, Climate, Customer dan Company.(02)
Komentar Anda

Berita Terkini