MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kerugian Akibat Banjir Bandang Kota Padangsidimuan Lebih Rp.33 Milyar

harian9.com author photo

PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Total kerugian akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padangsidimpuan minggu lalu ditaksir mencapai Rp.33 milyar lebih, dengan korban jiwa meninggal dunia akibat terseret banjir sebanyak 5 orang.

Hal itu diungapkan Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kota Padangsidimpuan Khairul Harahap, Selasa (4/4)

Disebutkannya, dari hasil laporan penyelenggaraan tangggap darurat bencana banjir dan tanah longsor dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Padangsidimpuan Nomor. 124/KPTS/2017, tentang penetapan status tangggap darurat bencana banjir dan tanah longsor, terhitung mulai tanggal 26 maret 2017 sampai Sabtu, 1 April 2017, serta melakukan penangan darurat, pasca banjir bandang yang menerjang Kota Padangsidimpuan, juga melibatkan seluruh instansi terkait yakni, Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Polri, TNI, BNPB, Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dan Kemensos.

“Berdasarkan data verifikasi dan evaluasi melalui tim Posko bencana, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 5 orang, yakni, Salkung Sarumpaet (46), Cakliana Situmorang (47) , Sakinah Sarumpaet (10) , Rafiah Sarumpaet (8) dan Bahar Efendi (50), sementara korban luka ada 6 orang,“ ujar Khairul.

Selain itu katanya, untuk jumlah kerusakan pemukiman totalnya sebanyak 146 unit rumah, masing-masing, rusak ringan 58 unit rumah, rusak sedang 21 unit rumah dan rusak berat 67 rumah, dengan taksiran kerugian sebesar Rp.6.800.740.000. Lahan pertanian yang rusak diantaranya, sawah seluas 58,035 ha, kebun seluas 41,662 ha. Ternak yang mati masig-masing, 14 ekor lembu, 4 ekor kambing dan 598 ekor unggas dengan nilai kerugian sebesar Rp.3.380.817.204.

Sedangkan kerusakan pada sarana prasarana umum, masing-masing, jalan cor rabat ssepanjang 500 m, jembatan 2 unit masing-masing panjang 50 meter, jembatan gantung satu buah sepanjang 80 meter, saluran irigasi sepanjang 162 meter, saluran air bersih sepanjang 618 meter, bendungan 4 unit, dek penahan sepanjang 3.780 meter, bronjong sepanjang 3780 meter, sekolah 3 unit, MCK 2 unit, tempat ibadah 4 unit, BBI 1 unit, rumah potong 1 unit dan dan parit 1 unit, dengan total kerugian sebesar Rp.23.093.550.000, sehingga total seluruh kerugian ditaksir mencapai Rp.33.275.107.204.

Sedangkan jumlah pesonel yang terlibat dalam penangnan bencana sebanyak 752 orang, masing-masing dari Satgas BPBD Padangsidimpuan 127 orang, Satpol PP 155 orang,  Dishub 96 orang, TNI 115 Orang, Polresta 60 orang, Brimob 60 orang, PMI 30 orang, Satgas BPBD Paluta 15 orang, Satgas BPBD Tapsel 25 orang FKPPI 15 orang dan Tagana / Dinas Sosial 54 orang.

Sementara itu upaya pemerintah Kota Padangsidimpuan telah melakukan langkah-langkah dengan melakukan evakuasi dan penyelamatan, pencarian korban, menetapkan status tanggap darurat bencana, menetapkan struktur komando tanggap darurat bencana, mendirikan dapur umum, mendirikan pos kesehatan, pembersihan rumah dan lingkungan wilayah yang terkena banjir, pemenuhan kebutuhan air, pendataan pengungsi, pendataan penilai kerusakan, penerimaan dan penyaluran bantuan, membuka akse jalan yang terisolir dan melakukan rapat evaluasi kegiatan penanganan darurat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di kota Padangsidimpuan, ditemukan beberapa kendala, seperti pembersihan lingkungan yang terkena banjir sangat terbatas akibat peralatan sehingga memperlambat proses pembersihan, saat ini, Kota Padangsidimpuan sudah penanganan kestatus transisi darurat pemulihan,“ terang Khairul. (Wan9)
Editor: Mardan 


Komentar Anda

Berita Terkini