-->

Ini Tentang Pengertian Tatacara Shalat Berjamaah

harian9 author photo

A.      Arti Definisi / Pengertian Shalat Jamaah

Shalat berjamaah adalah salat yang dikerjakan oleh dua atau lebih orang secara bersama-sama dengan satu orang di depan sebagai imam dan yang lainnya di belakang sebagai makmum.

Shalat berjamaah minimal atau paling sedikit dilakukan oleh dua orang, namun semakin banyak orang yang ikut solat berjama'ah tersebut jadi jauh lebih baik. Shalat berjama'ah memiliki nilai 27 derajat lebih baik daripada sholat sendiri. Oleh sebab itu kita diharapkan lebih mengutamakan shalat berjamaah daripada solat sendirian saja.

B.      Hukum Salat Berjamaah

Shalat berjama'ah hukumnya adalah sunat muakkad, yakni sunah yang sangat penting untuk dikerjakan karena memiliki nilai yang jauh lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan solat munfarid / seorang diri.

Sebelum memulai shalat bersama-sama hendaknya / sebaiknya dilakukan azan / adzan sebagai pemberitahuan yang mengajak orang-orang di sekitarnya untuk ikut sholat berjamaah bersama. Jika telah berkumpul di dalam masjid, mushalla, langgar, surau, ruangan, kamar, dan lain sebagainya maka salah satu hendaknya melakukan qamat / qomat sebagai ajakan untuk melakukan / memulai shalat.

Berikut ini adalah halangan dalam melakukan sholat berjamaah :
1.     Terjadi badai atau cuaca lain yang tidak memungkinkan.
2.     Terjadi hujan sehingga sulit untuk ke masjid.
3.     Ketika sakit
4.     Merasa ingin buang air kecil atau air besar.
5.     Ketika bahaya mengancam.
6.     Datang bulan / haid dan nifas pada perempuan.
7.     Ketika lapar dan ada hidangan telah siap tersedia, dan lain sebagainya.

C.      Syarat Sah Manjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah

Sebelum memulai shalat dengan makmumnya, seorang imam setelah muazin selesai mengumandangkan azan dan komat, maka imam berdiri paling depan dan menghadap makmum untuk mengatur barisan terlebih dahulu. Jika sudah lurus, rapat dan rapi imam menghadap kiblat untuk mulai ibadah sholat berjamaah dengan khusyuk.

Syarat Untuk Menjadi Imam Sholat Berjama'ah :
1.    Lebih banyak mengerti dan paham masalah ibadah Shalat.
2.    Lebih banyak hapal surat-surat Alquran.
3.    Lebih fasih dan baik dalam membaca bacaan-baca'an salat.
4.    Lebih senior / tua daripada jama'ah lainnya.
5.    Tidak mengikuti gerakan shalat orang lain.
6.    Laki-laki. Tetapi jika semua makmum adalah wanita, maka imam boleh perempuan.

Bacaan dua rokaat awal untuk sholat zuhur dan ashar pada surat Al-fatihah dan bacaan surat pengiringnya dibaca secara sirran atau lirih yang hanya bisa didengar sendiri, orang lain tidak jelas mendengarnya. Sedangkan pada solat maghrib, isya dan subuh dibaca secara jahran atau nyaring yang dapat didengar makmum. Untuk shalat sunah jumat, idul fitri, idul adha, gerhana, istiqo, tarawih dan witir dibaca nyaring, sedangkan untuk sholat malam dibaca sedang, tidak nyaring dan tidak lirih.

D.  Syarat Sah Manjadi Ma'mum Dalam Shalat Berjama'ah

Syarat Untuk Menjadi Makmum Sholat Berjama'ah:
      1.     Niat untuk mengikuti imam dan mengikuti gerakan imam.
      2.     Berada satu tempat dengan imam.
      3.     Laki-laki dewasa tidak syah jika menjadi makmum imam perempuan.
      4.     Jika imam batal, maka seorang makmum maju ke depan menggantikan imam.
      5.     Jika imam lupa jumlah roka'at atau salah gerakan sholat, makmum mengingatkan dengan membaca Subhanallah dengan suara yang dapat didengar imam. Untuk ma'mum perempuan dengan cara bertepuk tangan.
      6.     Makmum dapat melihat atau mendengar imam.
      7.     Makmum berada di belakang imam.
      8.     Mengerjakan ibadah sholat yang sama dengan imam.
      9.     Jika datang terlambat, maka makmum akan menjadi masbuk yang boleh mengikuti imam sama sepertimakmum lainnya, namun setelah imam salam masbuk menambah jumlah rakaat yang tertinggal. Jika berhasil mulai dengan mendapatkan ruku' bersama imam walaupun sebentar maka masbuk mendapatkan satu raka'at. Jika masbuk adalah makmum pertama, maka masbuk menepuk pundak imam untuk mengajak sholat berjama'ah.

E.   Posisi Imam Dan Makmum Sholat Jama'ah / Besama-Sama:
1.     Jika terdiri dari dua pria atau dua wanita saja, maka yang satu menjadi imam dan yang satu menjadi makmum berada di sebelah kanan imam.
2.   Jika makmum terdiri dari dua orang atau lebih maka posisi makmum adalah membuat barisan sendiri di belakang imam. Jika makmum yang kedua adalah masbuk, maka masbuh menepuk pundak mamum pertama untuk melangkah mundur membuat barisan tanpa membatalkan sholat.
3.  Jika terdiri dari makmum pria dan makmum wanita, maka makmum laki-laki berada dibelakang imam, dan wanita dibalakang makmum lakilaki.
4.     Jika ada anak-anak maka anak lelaki berada di belakang makmum laki-laki dewasa dan disusul dengan makmum anak-anak perempuan dan kemudian yang terakhir adalah makmum perempuan dewasa.

5.     Makmum bencong atau transeksual tetap tidak diakui dan kalau ingin sholat berjama'ah mengikuti jenis kelamin awal beserta perangkat sholat yang dikenakan.


Dalam rangka berbagi Ilmu dan menambah amalan kita, kiranya dapat dibagi lewat fb, twiter dan lainnya. Indahnya berbagi. (red).



Baca juga arikel sebelumnya:

Komentar Anda

Berita Terkini