Menkeu Beri Kuliah Umum tentang APBN Depan Mahasiswa PKN STAN

Harian 9 author photo
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di STAN Student Center, Tangerang (21/12). (Foto: kemenkeu)
JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di depan lebih dari 3.000 mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) yang memadati STAN Student Center, Tangerang, Kamis sore (21/12).

Selain ribuan mahasiswa PKN STAN yang hadir langsung, kuliah umum tersebut juga disaksikan secara live streaming oleh ribuan mahasiswa PKN STAN lainnya yang menonton di berbagai ruangan di kampus PKN STAN. 

Dengan tema “Menyiapkan Generasi Milenial Cerdas APBN”, Menkeu secara komprehensif menjelaskan peran APBN sebagai instrumen fiskal yang bersama-sama dengan instrumen sektor riil dan moneter dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.   

“Didalam ekonomi, APBN itu disebut instrumen fiskal. Makanya Menteri Keuangan disebut sebagai menteri yang mengelola kebijakan fiskal. (Fiskal) Itu ada pendapatan, ada belanja yang dikelola oleh kita. Namun ada dua sisi lain didalam mengelola ekonomi yaitu sisi moneter dan sisi sektor lain. Makanya kabinet khan banyak menterinya ya. Nah Menteri Keuangan hanya ngurus yang atas itu (sisi ekonomi) walaupun nanti dimensinya luas. Tapi sektor riil itu menko perekonomian yang terdiri dari menteri perdagangan, perindustrian, perikanan, pertanian, menteri tenaga kerja, itu semuanya yang disebut sektor riil dipengaruhi policy pemerintah. Kemudian ada juga Gubernur Bank Sentral Indonesia yang disebut Bank Indonesia. Bank Indonesia mencetak uang dan menentukan berapa jumlah di Republik Indonesia. Itu mempengaruhi inflasi,” paparnya.

“Jadi mengelola ekonomi itu selalu keseimbangan antara APBN, fiskal, moneter, sektor riil, untuk kemudian menciptakan keseimbangan agar pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inklusif, menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan,” tambahnya.

Dijelaskannnya, pertumbuhan ekonomi suatu negara juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti masalah hukum, keamanan dan kondisi negara-negara lainnya.

“Namun ini khan cuma ekonomi, yang di bawah ini masalah hukum, masalah keamanan, faktor global juga mempengaruhi kita. Nah ini yang harus terus-menerus kita lihat bagaiaman APBN bisa memperbaiki  supaya ekonomi kita bisa tumbuh cukup tinggi, inklusif namun pada saat yang sama  kita cukup resilient atau bertahan apabila ekonomi mengalami goncangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dipesankannya, kepada para mahasiswa PKN STAN agar dalam mengelola APBN nantinya harus confident tetapi tetap prudent dan berintegritas.

“Kalau kalian ambisius, anda juga harus tetap prudent. Prudent itu artinya hati-hati, bijaksana. So, kalau kalian confident, tapi itu tidak berarti kita jumawa, kita kemudian sembrono, kita kemudian menjadi arrogant.tapi kita calculated, kita mau mencapai kemana, kita harus membuat kalkulasi menuju kesitu. Dan yang paling penting, didalam mengelola ekonomi dan APBN itu integrity anda. Kalian yang disebut amanah. Uang itu adalah uangnya rakyat, harus untuk rakyat, kembali ke rakyat,” tegasnya.

“Saya titip hari ini sampai kalian mati, jangan pernah menggadaikan integritas kalian,” pesannya kepada seluruh mahasiswa PKN STAN. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini