Dirjen Rehabilitasi Sosial Minta Pegawai Berinovasi

Harian 9 author photo
Dirjen Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI, Edi Suharto meminta seluruh pegawai di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena, Magelang, Jawa Tengah tak berhenti untuk terus berinovasi, Rabu 10 Januari 2018. (Foto: kemsos)


MAGELANG| HARIAN9
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI, Edi Suharto meminta seluruh pegawai di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena, Magelang, Jawa Tengah tak berhenti untuk terus berinovasi.

"Masalah sosial kian berkembang sehingga butuh penanganan yang inovatif dan efisien angggaran," katanya saat mengunjungi PSMP Antasena, Rabu 10 Januari 2018.

Edi baru saja mendapat amanah memimpin Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. PSMP Antasena merupakan panti pertama yang dikunjunginya.

Diakuinya, terkesan dengan panti yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial anak yang berperilaku menyimpang dan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). 

Menurutnya, kondisi panti tersebut sudah lebih tertata dibanding sebelumnya.

Dalam sambutannya, Edi memberikan motivasi kepada para pekerja sosial. Dikatakannya, pekerja sosial diharapkan mampu menulis laporan yang tidak hanya bersifat formal dan menjiplak.

"Bikinlah tulisan semacam catatan kasus dalam bentuk story telling," tambahnya.

Menurutnya lagi, poin utama dalam menulis adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian dalam menulis. Dengan begitu, lanjutnya, akan lahir karya ilmiah atau tulisan menarik lainnya.

Diharapkannya, pegawai di PSMP Antasena melakukan pengembangan diri dengan karya-karya dalam bentuk tulisan. 

Selain itu, pihaknya berharap ada infografis tentang PSMP Antasena dalam satu lembar yang materinya mencakup tentang jumlah klien, jumlah kasus, sumber daya, terapi dan jenis pelayanan yang diberikan.

"Panti jangan anteng harus ada kejutan dan inovasi karena apabila tidak akan terganti dengan peran-peran baru ataupun lembaga baru," ujarnya.

Pihak PSMP Antasena juga didorong untuk kembali mengaktifkan Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) yang merupakan salah satu layanan bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK). 

Menanggapi hal tersebut kepala panti PSMP Antasena Magelang Ruh Sanyoto menargetkan pada triwulan pertama RPSA sudah kembali diaktifkan.

"RPSA di tahun 2017 sempat terhenti karena prasarana yang kurang kondusif, tetapi pada tahun ini dengan adanya belanja modal, kami fokuskan untuk perbaikan mengkondusifkan sarana prasarana RPSA sehingga pada triwulan pertama RPSA bisa kembali aktif," katanya.

Selain itu, mereka juga diminta menjalin hubungan dan silaturahmi yang baik dengan aparat penegak hukum. 

"Hubungan PSMP Antasena dengan penegak hukum sangat baik. Saya harap itu dikembangkan lagi," imbuh Edi. (kemsos/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini