Tim Medis Tunda Operasi Siti Aminah Bocah Penganiayaan dari Paluta

Harian 9 author photo
Pasien Siti Aminah didampingi dokter serta nenek di Ruang VIP I Rundu B RSUP H Adam Malik, Rabu (24/01/2018). (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Tim medis yang menangani Siti Aminah (6) menunda tindakan operasi kraniotomi. Penundaan ini dilakukan, menyusul kesehatan korban yang makin pulih dan progress kesadaran pasien meningkat.

Pasien Siti Aminah warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Paluta, saat ini tengah dalam rawat intensif di RSUP H Adam Malik, Jalan Bunga Lau No 17, Medan diduga korban penganiayaan orangtuanya. Korban luka di kepala, sempat koma dan tidak sadarkan diri, ada pendarahan di otaknya.

Dokter Penanggungjawab Pasien (DPjP) dr Mahyu Daniel SpBS mengatakan pasien sudah ditangani selama tujuh hari semakin membaik. 

"Kita sudah melakukan evaluasi pemeriksaan berulang kali dan hasilnya mengalami perubahan yang bermakna," jelas Mahyu kepada wartawan di RSUP H Adam Malik, Rabu (24/01/2018).

Pada saat ini, tim medis memutuskan untuk menunda melakukan operasi. 

"Tingkat kesadaran membaik, dan keadaannya terus membaik, kita menunda operasi. Tetap kita pantau, kita evaluasi tiga hari ke depan dan akan kita scanning ulang," tutur dr Mahyu.

Dr Rahayu menegaskan,keputusan untuk operasi berdasarkan perkembangan klinis (keadaan) pasien.

"Memang, kondisi kasus pasien seperti ini sudah pasti tidak stabil. Tapi jika kondisi keadaannya terus menurun, kita putuskan untuk operasi," ujarnya.

Tingkat kesadaran saat pasien masuk di Glasgow Coma Scale (GCS) 9, saat ini sudah di GCS 14. Artinya pasien sudah bisa membuka mata secara spontan, memulai berbicara dan geraknya mau kembali aktif.

"Si anak suka menangis, mungkin saja sudah kesadarannya mulai kembali penuh dan mengingat kejadian yang menimpanya," ungkapnya.

Untuk mengatasi kejiwaan pasien, pihaknya mengklaim sudah merawatnya bersama ahli psikolog anak. Selain ahli psikolog, ada juga dokter spesialis bedah saraf, spesialis anak, konsultasi gizi anak, konsultan psikologis anak.

Sementara itu, Rouli (nenek Siti Aminah) mengatakan kondisi cucunya lebih baik, namun masih menangis karena menahan sakitnya. Respon si cucu dua hari ini tidak mau bicara.

"Dua hari sebelumnya, Siti Aminah berbicara dengan ibunya (adik dari ibu kandung Siti Aminah). Kalau sama saya gak mau bicara, nyari juga gak ada," pungkasnya. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar  











Komentar Anda

Berita Terkini