237 Warga Desa Alur Cempedak Terima Rastra

Harian 9 author photo
Kelihatan dalam gambar seorang ibu membawa beras rastra dari petugas di kantor Desa Alur Cempedak, Kartu KIS dan KKS dari warga yang namanya tidak tercantum sebagai daftar penerima beras sejahtera, padahal syaratnya lengkap. (Foto: Adam Malikira)

PANGKALANSUSU| HARIAN9 
Meskipun terjadi protes dari beberapa warga yang namanya tidak tercantum sebagai daftar penerima beras sejahtera (Rastra) namun pemerintahan Desa Alur Cempedak berhasil membagikan Rastra dengan tertib dan lancar di kantor Desa Alur Cempedak, Rabu (21/2).

"Protes warga sempat terjadi karena selama ini menerima beras miskin (raskin) kini berubah nama menjadi Rastra sejak 2017 berdasarkan surat Kementerian sosial (Kemensos) Republik Indonesia tahun 2016 lalu," kata Jailani warga Dusun V Alur Cempedak.

Diceritakannya, sambil menunjukkan kartu keluarga sejahtera (KKS) dan kartu Indonesia sehat (KIS) kepada kru Harian9, beliau mengatakan bahwa selama ini dia menerima jatah raskin 15 Kg, tapi herannya tidak dapat lagi bahkan yang dulu tidak pernah dapat apapun sekarang dapat rastra 10 Kg.

Kepala Pemerintahan Kecamatan Pangkalan Susu T.Fahrizal Azmi, S.Sos ketika dikonfirmasi lewat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rastra Yudha mengatakan pada prinsipnya semua data warga miskin kita kirim ke Dinas sosial Langkat, mungkin hasil verifikasi warga miskin berdasarkan data tahun 2011 dan cara 2015 sudah dikirim bukan berarti yang tidak dapat rastra namanya di hapus, kita tidak berani bilang begitu.

"Bagi warga yang tidak menerima beras rastra meskipun ada kartu KIS, KKS, PKH bisa daftar lagi ke kantor Desa atau kantor Lurah setempat," jelas Sekcam.

Ditempat terpisah Pelaksana tugas (PLT) Kepala Desa Alur Cempedak M. Yani ketika dikonfirmasi kru Harian9 di ruang kerjanya mengatakan  soal warga yang belum menerima rastra diakuinya karena nama penerima beras rastra yang terdaftar kami terima dari surat Kementerian sosial.

Lebih lanjut dijelaskannya,  kami tidak berani menahan atau menghalangi warga yang mau mengambil haknya sebagai warga penerima beras rastra. 

Begitu juga soal jumlah penerima Rastra Yani menjelaskan ada 237 warga penerima beras sejahtera, jumlahnya sama dengan jumlah penerima tahun 2016, namun nama penerima berubah sedangkan jumlah volumenya menjadi 10 Kg sebelumnya 15 Kg," jelasnya. (adam9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar Anda

Berita Terkini