Babinsa Bersama PPL Ds Jenggawah Amati Tanaman Padi Pok Tani

Harian 9 author photo
Babinsa Serda Jamhari bersama PPL Bu Ninuk yang mendampingi petani anggota Pok Tani Rukun Ds Jenggawah Kec Jenggawah yang usia tanamannya sudah 40 hari, Minggu (11/02/2018) Pukul 07.00 WIB. (Foto: Sis24)
  

JEMBER| HARIAN9
Di daerah Jember wilayah selatan pola tanam padi memang dilakukan secara serentak dikarenakan  kondisi air  irigasi tersedia sepanjang waktu, dan kondisi wilayahnya datar nan subur, salah satunya termasuk lahan di wilayah Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Babinsa Serda Jamhari bersama PPL Bu Ninuk yang mendampingi petani anggota Pok Tani Rukun Ds Jenggawah Kec Jenggawah yang usia tanamannya sudah 40 hari, Minggu (11/02/2018) Pukul 07.00 WIB.

Pada usia-usia seperti ini rentan sekali terhadap serangan hama untuk itu kami bersama Babinsa dan Kelompok Tani lebih intensif mengadakan pengamatan tanaman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Saat ditanyakan hasil pengamatannya Bu Ninuk menyampaikan bahwa benar sekali bahwa sebagian kecil sudah nampak serangan blast yaitu bercak daun, untuk itu tadi sudah kita arahkan para petani untuk melaksanakan penyemprotan segera.

Menyikapi kegiatan tersebut Danramil 0824/25 Jenggawah Kapten Inf Ismianto menyampaikan bahwa memang sejak beberapa hari ini seluruh Babinsa saya perintahkan untuk lebih intensif meminitor pertanian diwilayahnya dengan berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapang (PPL)  dalam rangka mengantisipasi adanya serangan hama terhadap padi yang sudah dalam masa pertumbuhan.

Demikian halnya Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar saat dikonfirmasi membenarkan adanya serangan hama blast dibeberapa tempat utamanya diwilayah selatan, karena disana pertaniannya relatif dilakukan dengan serentak sehingga saat ini rata-rata memang pada usia 40 hari yang merupakan masa pertumbuhan yang harus terkawal dengan baik.

Untuk itu saya berterima kasih kepada Koramil jajaran yang telah menginstruksikan Babinsa jajarannya untuk mengadakan monitoring dengan intensitas tinggi, karena memang dibeberapa tempat sudah mulai ada serangan hama blast, sehingga hal ini dapat diketahui secara dini untuk diambil langkag yang cepat dan tepat dalam menanggulanginya.

Saat ditanyakan seberapa luas serangan hama blast tersebut Letkol Inf Arif Munawar menyampaikan bahwa data akuratnya memang belum kami terima namun dari laporan jajaran kami monitor masih sedikit sekali dan hal ini rata-rata sudah dalam penanganan oleh petani atas arahan UPT Pertanian setempat melalui PPL bersama Babinsa.

Mudah-mudahan dapat segera diatas dan jangan sampai meluas dan saya optimis mudah-mudahan hal ini tidak sampai mempengaruhi produksi padi tahun 2018 ini. (Sis24)
Editor: Mardan H Siregar  



Komentar Anda

Berita Terkini