Efisiensi Usaha Budidaya Ternak Kambing di Provinsi Sumatera Utara

Harian 9 author photo
Struktur Ongkos Usaha Ternak Kambing Per Ekor. (Sumber: BPS,2018)

Oleh: Rita Herawaty br Bangun

Sub sektor peternakan mempunyai peranan penting dalam menunjang kebutuhan masyarakat sebagai sumber bahan makanan dalam bentuk protein hewani. 

Usaha budidaya kambing merupakan salah satu usaha budidaya peternakan yang menghasilkan produk protei hewani dan juga sebagai salah satu sumber pendapatan rumah tangga yang potensial.

Peningkatan efisiensi usaha dengan memaksimalkan efisiensi produksi merupakan tujuan utama dari semua usaha budidaya peternakan. 

Berdasarkan hasil Survei Struktur Ongkos Usaha Peternakan (SOUT-STU) tahun 2017, total biaya per ekor yang dikeluarkan oleh rumah tangga ternak kambing selama setahun di Provinsi Sumatera Utara sebesar 871 ribu rupiah. 

Biaya terbesar adalah biaya pakan yaitu sekitar 461 ribu rupiah (52,99 persen) diikuti upah tenaga kerja sebesar 220 ribu rupiah (25,31 persen) (BPS,2018).

Nilai produksi yang diterima oleh rumah tangga peternak kambing per ekor selama setahun sebesar 673 ribu rupiah. Total penerimaan lebih kecil dari total pengeluaran sehingga peternak merugi sebesar 198 ribu rupiah selama setahun.

Untuk melihat apakah kegiatan usaha budidaya kambing ini efisien atau tidak efisien maka digunakan perbandingan antara nilai produksi dengan biaya produksi (R/C ratio). 

 Berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh R/C ratio sekitar 0,77 yang artinya bahwa setiap penambahan biaya 1 rupiah akan mengurangi penerimaan sebesar 0,77 rupiah sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya ternak kambing di Provinsi Sumatera Utara tidak efisien atau tidak menguntungkan.

Kendala umum dalam pengembangan budidaya ternak kambing adalah produksi dan produktivitas yang masih rendah karena sistem usaha yang masih konvensional. 

Upaya peningkatan efisiensi pada budidaya ternak kambing dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis serta pengelolaan managemen melalui pelaksanaan kegiatan penyuluhan, bimbingan teknis yang akan meningkatkan produktivitas peternak yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan peternak. (Rita Herawaty br Bangun, Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara)
Editor: Mardan H Siregar 


Referensi
BPS, 2018. Hasil Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Palawija Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan


Komentar Anda

Berita Terkini