Industri Berikan Kontribusi Terbesar pada Nilai Ekspor Indonesia

Harian 9 author photo


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan penyederhanaan tata niaga impor melalui pergeseran pengawasan sejumlah barang yang terkena lartas dari kawasan pabean menjadi di luar kawasan pabean dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja industri nasional.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk kemudahan mendapatkan bahan baku bagi industri,” ujarnya, Kamis (08/02).

Menurutnya, langkah strategis ini dipastikan dapat mendorong pengembangan daya saing industri nasional sekaligus akan meningkatkan nilai investasi yang masuk ke dalam negeri.

“Tahun ini sudah ada industri yang menyatakan ingin ekspansi, di antaranya adalah Coca-Cola, Mattel, Cabot Corporation, dan Cargill. Tetapi syaratnya bahan bakunya tidak diregulasi, atau tidak kena lartas,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kebijakan terkait kemudahan mendapatkan bahan baku industri adalah hal biasa di negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Dengan memberikan kemudahan bahan baku impor, bukan berarti perekonomian Indonesia akan menurun, malah sebaliknya. 

“Dengan bahan baku yang masuk lebih mudah, produksi industri akan semakin lancar dan tentunya kinerja ekspor kita akan semakin bagus,” tegasnya.

Terlebih lagi, industri memberikan kontribusi terbesar pada nilai ekspor Indonesia. 

“Karena sejatinya bahan baku itu untuk dijadikan produk-produk industri yang berorientasi ekspor seperti farmasi, makanan dan minuman, serta lain sebagainya. Kita tidak bisa menutup mata kalau ekspor kita 76 persen dari industri, dan investasi tertinggi itu juga datang dari sektor industri,” paparnya. (kemenperin/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar Anda

Berita Terkini