Industri Smelter Suntik Investasi USD.3 Miliar

Harian 9 author photo


JAKARTA| HARIAN9
Investasi sektor industri smelter di tanah air saat ini tengah digalakkan. Langkah ini merupakan implementasi kebijakan hilirisasi industri yang dapat berpengaruh terhadap perekonomian nasional, dari peningkatan nilai tambah bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja lokal serta penerimaan devisa hasil ekspor.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto, ada tambahan investasi sektor industri smelter. 

Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan industri logam yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan industri nasional tahun ini.

“Pada awal tahun 2018, terdapat tambahan investasi sekitar USD3 miliar dari industri smelter, baik (melalui) ekspansi maupun investasi baru. Investasi baru ini juga akan menambah kapasitas produksi nasional sekaligus meningkatkan ekspor produk yang dihasilkan industri smelter tersebut,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (30/01).

Senada dengan Harjanto, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) Prihadi Santoso menyatakan rasa optimis para pelaku industri smelter nasional tahun ini. 

Hal ini didukung adanya prediksi peningkatan permintaan dari konsumen global di kawasan Eropa sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia. “Kami perkirakan prospeknya masih bagus. Negara-negara Eropa mengalami peningkatan, kecuali Inggris yang belum bisa ditebak. Ekonomi dunia juga diprediksi membaik,” ujarnya.

Sebagai tambahan, total penanaman modal sektor industri pengolahan dan pemurnian logam, diantaranya yaitu: 1) investasi PT Fajar Bhakti Nusanara di Gebe Papua Barat untuk pabrik nickel pig iron senilai USD.350 juta; 2) investasi Virtue Dragon di Konawe Sulawesi Tenggara untuk pabrik ferronickel senilai USD.2,5 miliar; 3) PT Kalimantan Surya Kencana untuk pabrik pengolahan tembaga sebesar USD.135 juta. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar Anda

Berita Terkini