KPPU Medan Prihatin Atas Rendahnya Harga Jagung di Sumut

Harian 9 author photo
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan Ramli Simanjuntak,Komisioner KPPU Kamser Lumbanraja, Bupati Karo Terkelin Brahmana, beserta rengrengan dalam rapat kerja di kantor KPPU Medan. (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Untuk harga jagung di tingkat petani di Sumatera Utara sejak Desember 2016 hingga sekarang, anjlok harga menjadi Rp.2.800 per kg, biasanya di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp.3.150 per kg.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan Ramli Simanjuntak mengatakan harga jagung di tingkat petani sangat rendah sehingga tak dapat lagi memenuhi biaya produksi dan biaya hidup petani. 

Kenapa rendah di tingkat petani, sementara di pasaran jauh lebih tinggi. Ini yang mau diteliti KPPU, termasuk bagaimana proses pembelian jagung oleh perusahaan. 

"Kenyataan di sana panjang jalur distribusinya," ungkap Ramli kepada awak media di kantor KPPU Cabang Medan, Rabu (21/02/2018).

Hingga kondisi ini sangat memprihatikan mengingat harga di pasaran justru lebih tinggi dari HPP yakni mencapai Rp3.500 per kg, meski itu agak turun dibanding sebelumnya lebih Rp.4.000 per kg.
    
Jadi harga tinggi di pasaran, tapi tidak menguntungkan petani. Komisioner KPPU Kamser Lumbanraja, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan Ramli Simanjuntak bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan perwakilan petani Sapta Sibayang selaku Sekretaris Komunitas Petani Jagung Karo membahas anjloknya harga jagung dalam tiga bulan terakhir ini. Di sana hadir Kadis Pertanian Karo Sarjana Purba.
   
Sementara, Komisioner KPPU Kamser Lumbanraja meminta agar jalur distribusi tertib dan memperpendek mata rantai distribusi. Selain itu petani juga jangan menjual komoditi bahan baku mentah, tapi diusahakan produksinya ada nilai tambahnya supaya petani juga mendapat nilai jual yang lebih tinggi.
      
Dituturkannya, jalur distribusi perdagangan jagung selama ini dari petani ke pedagang pengumpul, kontraktor, pedagang besar baru ke industri pakan ternak, peternak self mixing, industri maizena, makanan ringan dan sebagainya.
   
Ditambahkannya, KPPU mengundang Bupati Karo Terkelin Brahmana dan jajarannya juga petani jagung di Karo karena 30 persen kebutuhan jagung Sumut diperoleh dari Karo.

"Ke depan, KPPU minta agar jalur distribusi dipotong supaya harga tinggi di tingkat petani dan tidak naik di pasaran sehingga keduanya sama-sama diuntungkan," jelas Ramli.
    
Dijelaskannya, peran koperasi diberdayakan untuk membeli jagung petani dan langsung bermitra dengan perusahaan sehingga simpul-simpul di tengan jalur distribusi itu tak ada lagi. Ada komitmen bisnis antara koperasi petani dengan perusahaan. 

"Selama ini agen-agen di tengah jalur distribusi itu yang mengambil untung banyak," ujarnya
    
Disebutkannya, memotong jalur distribusi dengan cara membuat perjanjian kerjasama (MoU) atau program kemitraan komoditas jagung di Sumut misalnya kemitraan industri pakan ternak dengan kelompok tani.   

Selain itu, KPPU juga akan meneliti seperti apa proses tingkat pembelian jagung petani oleh perusahaan. 

"KPPU ingin perdagangan jagung lebih pendek jalur distribusinya dan petani diuntungkan serta perusahaan juga tidak mengeluarkan biaya mahal," jelasnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana mengakui harga jagung di wilayahnya tidak stabil. 

"Saya senang adanya apresiasi dari KPPU untuk mencari solusi bagaimana harga jagung tidak anjlok di tingkat petani dan mahal di pasaran," ungkap Terkelin.
    
Meski sekarang sebagian lahan pertanian di Karo lagi dilanda erupsi gunung Sinabung, namun kita tetap perlu mencari solusi harga jagung supaya relatif stabil. Sebab ada lahan yang terkena dan ada pula yang tidak.
    
"Kami juga akan kaji kemitraan kelompok tani dengan koperasi supaya bisa dibantu KPPU," pungkasnya. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar


   

















Komentar Anda

Berita Terkini