Menkeu: Kebijakan Tidak Populer untuk Jaga APBN Berkelanjutan

Harian 9 author photo
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara acara Musyawarah Pusat VIII IKKT Pragati Wira Anggini Tahun 2018 di Aula Gatot Subroto, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta (20/02) (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah instrumen pemerintah yang harus dijaga kesehatan dan keberlanjutannya yang terkadang dibuat dengan kebijakan yang tidak populer. 

Hal ini disampaikannya pada acara Musyawarah Pusat VIII IKKT (Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI) Pragati Wira Anggini Tahun 2018 di Aula Gatot Subroto, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta, Selasa (20/02).

“Jadi memang (kebijakan) Menteri Keuangan kadang-kadang tidak populer, karena semuanya lagi pesta, kita hati-hati. Kalau ekonominya lagi tumbuh sangat kenceng, itu tugas Menteri Keuangan mendesain fiscal policy-nya itu sebetulnya justru mau ngerem dan nabung. Nanti kalau ekonominya terkena shock jatuh, kita punya tabungan untuk melakukan yang disebut counter cynical. Itu yang disebut stabilisasi,” jelasnya.    

Di akhir pidatonya, Sri menyatakan keinginannya untuk mewariskan APBN yang sehat dan berkelanjutan kepada penerusnya di masa depan.

“APBN itu adalah instrumen untuk mencapai tujuan bernegara. Untuk itu diperlukan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam mengelola APBN yang nantinya akan diteruskan oleh pemerintah selanjutnya secara berkelanjutan. Makanya alatnya (APBN) dijaga terus-menerus supaya baik, dia menjadi sehat from generation to generation. That’s what you called sustainability, that’s what you called integrity, that’s what you called commitment,” pungkas Menkeu. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini