Menkeu: Praktek Ijon Penerimaan Pajak Tidak Ada Lagi

Harian 9 author photo
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan dalam acara konferensi pers tentang realisasi APBN 2018 di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta (20/02). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers tentang realisasi APBN 2018 menyatakan, sampai dengan bulan Januari 2018, jumlah penerimaan tahun 2018 mengalami pertumbuhan hingga dua digit. 

Diharapkannya, hal ini dapat memberikan optimisme di awal dalam upaya merealisasikan target penerimaan pajak 2018. 

“Penerimaan di Januari 2015 itu bukannya naik tapi drop. Januari 2016 juga masih negatif. 2017 saya meminta tidak ada lagi ijon dan kita melihat growthnya adalah 6.02 persen, jumlah tersebut adalah tanpa Tax Amnesty (TA). 2018 tanpa ijon, pertumbuhannya adalah 11.17 persen. Poin saya adalah APBN kita sekarang dikelola secara lebih konsisten, lebih sehat, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas yang lebih baik,” paparnya di aula Djuanda Kementerian Keuangan, Selasa (20/02).

Ditambahkannya, untuk PPh Pasal 21 pertumbuhannya mencapai 16.09 persen di mana tahun lalu hanya 5.12 persen dengan pertumbuhan PPh Orang Pribadi sebesar 33.18 persen, sedangkan tahun lalu hanya mencapai 3.92 persen. 

Untuk PPh Badan mengalami pertumbuhan sangat tinggi yaitu tumbuh hingga 43.66 persen. Hal ini membuktikan sudah tidak adanya praktek ijon. Sedangkan kalau melihat tahun 2017 pertumbuhan PPh Badan adalah negatif 43.36 persen. 

“Terlihat impor kita mengalami kenaikan, tapi itu adalah menjadi indikator dari pertumbuhan industri dan sektor di Indonesia,” katanya. 

Disampaikannya, usaha Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menertibkan importir berisiko tinggi turut mendukung APBN untuk tumbuh lebih sehat. 

“Ini adalah suatu momentum positif yang kelihatan sangat baik,” tukasnya.(kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar Anda

Berita Terkini