Perpajakan Indonesia Perlu Antisipasi Perubahan Global

Harian 9 author photo
Wamenkeu Mardiasmo memberikan keynotespeech dalam acara Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pajak (IAI KAPj) di Auditorium LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FeB UI), Jakarta (01/02). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menyatakan tahun 2018 adalah suatu milestone untuk perpajakan Indonesia menjalankan tax amnesty di tahun 2016-2017 dan juga setelah terbitnya Undang-Undang mengenai Automatic Exchange of Information (AEOI). 

Hal tersebut diutarakannya dalam acara Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pajak (IAI KAPj) Goes to Campus: 2018 Taxation Policy Outlook bertempat di Auditorium LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FeB UI) pada Kamis (01/02).

"Undang-Undang itu ditambah karena masuk prolegnas, Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP), Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPH), Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Undang-Undang Bea Materai (BM) menjadi suatu momentum bagi kampus di manapun berada di Indonesia untuk bisa memberikan masukan yang steril dari politik, masukan yang pure science didukung hasil riset dan didukung benchmark di negara-negara tetangga," ungkapnya.

Ditambahkannya, perpajakan di Indonesia perlu mengantisipasi perubahan yang terjadi di perpajakan dunia setelah pemerintahan Amerika Serikat mengumumkan tax reform di USA. 

"Ini wake up call bagi pemerintah Indonesia untuk segera menyesuaikan diri tidak hanya di area region tapi juga di area global. Yang punya waktu banyak untuk mempelajari adalah di perguruan tinggi," jelasnya.

Diharapkannya, dengan diadakannya acara sosialisasi akuntansi perpajakan goes to campus semacam ini dapat memberikan penyegaran kepada akademisi. 

"Jadi ini suatu momentum untuk menghadapi tax avoidance hingga tax evasion yang jelas-jelas against the law kalau kita tidak punya ahli-ahli di bidang perpajakan itu. Kadang-kadang kita hanya tahu substance nya tapi (kita juga harus tahu) bagaimana perlakuan akuntansinya," tukasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini