Polsek Sunggal Bongkar Penipuan Berkedok Sekolah Pelayaran

Harian 9 author photo
Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, SH, SIK, MH, didampingi Wakapolsek, Kanit Reskrim dan Kanit Provost paparkan kasus penipuan berkedok sekolah pelayaran. (Foto: Joko Hendro)


MEDAN| HARIAN9
Polsek Sunggal membongkar praktek penipuan berkedok pendidikan Pelayaran yang dilakukan oleh, Aan Andika (23) warga Diski Glugur Rimbun Dusun I Desa Telaga Sari Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. 

Dengan bermodalkan ilmu pengasihan yang didapatnya dari Jakarta, pemuda tamatan SMA tersebut, mampu menipu 8 orang Taruna dan 1 Taruni serta 3 dosen.

Praktek penipuan tersebut, berkedok Akademi Pelayaran Indonesia (Apindo) yang kegiatan perkuliannya berada di Jalan Sei Mencirim Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Deli Serdang.

Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, SH, SIK, MH, didampingi Wakapolsek AKP Dra Artha Sebayang, Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak, SE, dan Kanit Provost Aiptu J. Sihombing, SH, dalam paparannya kepada Wartawan, Jumat (9/2/2018) sore membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Dikatakan mantan Kapolsek Delitua, terkuaknya kasus ini berawal dari korban, Rizki Ramadani (19) warga Jalan T. Amir Hamzah Gang Amal Lingkungan V Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara, dan 8 Taruna/ni lainnya, yang curiga dengan pendidikan yang mereka jalani.

"Korban mendapat informasi dari Instagram, bahwa telah dibuka sekolah Akademi Pelayaran Indonesia (Apindo), yang berada di Kecamatan Sunggal Deli Serdang. Atas informasi tersebut, korban memberitahukan kepada teman-temannya jika berminat menjadi Taruna dan Taruni di Apindo tersebut," jelas Kompol Wira.

Dari penjelasannya, pelaku berhasil meyakinkan calon korbannya dengan iming-iming akan dipekerjakan pada instansi pemerintah. Sedangkan 3 tenaga pengajar yang didatangkan dari Yogyakarta dan Medan dijanjikan diangkat menjadi PNS.

"Atas perkataan pelaku, akhirnya korban bersama 8 teman-temannya mendaftar di sekolah tersebut. Kemudian pelaku menghadirkan tenaga pengajar dari Jawa, yang merupakan tamatan sekolah pelayaran. Dari keterangan para guru-guru, selama mengajar mereka tidak pernah digaji," pungkasnya.

Namun ditambahkannya, kasus ini terbongkar sejak Bulan Januari 2018. Katanya, para korban telah banyak menemukan kejanggalan-kejanggalan atas aktifitas sekolah ini.

"Jadi setelah mereka melakukan penyelidikan, mencari informasi dan mereka memberitahukan ke Polsek Sunggal, kemudian berkoordinasi dengan para taruna, ternyata sekolah ini tidak ada izin, tidak ada legalitasnya," pungkas Wira.

Atas dasar laporan tersebut, Polsek Sunggal meringkus pelaku dari sekolah yang dikelolanya. 

"Tersangka kita kenakan Pasal 378 KUHPidana ancaman 4 tahun dan Pasal 372 KUHPidana ancaman 4 tahun dan Pasal 71 Jo 62 ayat 1 UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) UU No. 23 tahun 2003, ancaman 10 tahun denda paling banyak Rp 1 Miliar," jelas Kompol Wira Prayatna. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar Anda

Berita Terkini