Prospek dan Tantangan Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit

Harian 9 author photo
Ilustrasi 

Oleh: Rita Herawati

Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan dan menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian.

Hal yang sama juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara di mana, sektor pertanian masih memegang peranan penting. Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2017, terdapat 42,57 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan selama seminggu yang lalu dari total penduduk yang bekerja. 

Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan basis perekonomian rakyat di pedesaan, dan diharapkan dapat memainkan perannya sebagai penyangga kebutuhan konsumsi pangan masyarakat dan penyedia bahan baku pada industri pengolahan. 

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,65 persen pada tahun 2016.

Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang cukup besar potensinya. Kontribusi sub sektor perkebunan pada PDRB pada tahun 2016 sebesar 10,15 persen. Sub sektor ini merupakan penyedia bahan baku untuk sektor industry, penyerap tenaga kerja, dan penghasil devisa.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran yang cukup penting dalam perekonomian Sumatera Utara. Kelapa sawit termasuk komoditi perkebunan primadona di wilayah Sumatera Utara. 

Menurut data BPS, luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2016 sebesar 417.809 hektar. Luas areal perkebunan kelapa sawit selama empat tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan. 

Luas areal perkebunan kelapa sawit pada tahun 2013 sebesar 414.915,84 hektar, naik 1.559,27 hektar di tahun 2014, dan pada tahun 2015 naik sebesar 1.181,33 hektar. 

Produksi kelapa sawit juga meningkat sejalan dengan peningkatan luas areal perkebunan. Produksi kelapa sawit pada tahun 2016 sebesar 5,77 juta ton. 

Produksi kelapa sawit juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan selama 4 tahun terakhir. Rata-rata produksi kelapa sawit naik sebesar 0,96 persen per tahun. 

Meski kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Provinsi Sumatera namun dalam pengembangannya banyak ditemui berbagai kendala di lapangan. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pengembangan komoditas kelapa sawit antara lain: Budidaya tanaman kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan, Mengancam ketahanan pangan danKonflik agraria dan sumber daya alam.

Permasalahan dalam pengembangan komoditas kelapa sawit ini harus segera diatasi karena akan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi perekonomian Sumatera Utara. 

Pemerintah dan instansi terkait harus berkoordinasi dalam membuat kebijakan yang tepat yang mendorong tumbuh kembangnya komoditas ini tanpa menimbulkan dampak bagi komoditas lain. (Rita Herawati, Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara)
Editor: Mardan H Siregar

Referensi:
BPS.2017. Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 2017. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan
























   



Komentar Anda

Berita Terkini