Bupati: Narkoba Sudah Jadi Musuh Bersama

Harian 9 author photo

 TAPSEL| HARIAN9
Penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Indonesia kian mencemaskan. Tidak heran jika banyak pihak sangat prihatin. Total pengguna narkoba di Indonesia yang berjumlah 3,4 juta jiwa membuat kondisi ngara Republik Indonesia mengalami kondisi darurat narkoba yang nenjadikan barang haram tersebut sebagai ‘musuh bersama’ untuk dibasmi keberadaannya di bumi nusantara tak terkecuali di di bumi Tapanuli Selatan (Tapsel) yang kita cintai.

“ Kasus narkoba di Indonesia bisa dikatakan sudah emergency. Karena itu, perlu disikapi dengan serius dan sebagai anak bangsa, ini bagian dari keberpihakan kami untuk sama-sama memerangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba ini, “ ujar  Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, saat membuka rapat kerja pemberdayaan masyarakat  anti narkoba bersama instansi pemerintah di aula Tor Sibohi Nauli Hotel Spirok, Selasa (13/3/2018).

Raker yang mengusung thema, ‘Bersama Kita Wujudkan Masyarakat Tapanuli Selatan Yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera Tanpa Narkoba’, dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel Dra.Siti Aminah Siregar, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapsel Drs.Parulian Nasution MM, dengan peserta raker berasal dari lingkungan kerja pemerintah dan BUMN, unsure pendidikan formal dan non formal, lingkungan kerja swasta dan lingkungan organisasi sosial kemasyarakatan

Syahrul menambahkan, kegiatan raker ini sangat penting dan strategis serta mempunyai makna yang jauh kedepan dalam menyamakan persepsi di seluruh stakeholder yang hadir untuk membuat rencana dan aksi dalam usaha mendukung terciptanya para relawan penggiat anti narkoba di Tapsel.

“ Saya berpesan kepada seluruh peserta raker, agar setelah acara tersebut ada tindak lanjut untuk membasmi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tapsel dan perlu segera diambil tindakan tegas, karena narkoba musuh kita bersama, “ katanya.

Kepala BNNK Tapsel Dra. Siti Aminah Siregar menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan raker ini adalah untuk meningkatkan peran serta instansi pemerintah dalam upaya Pencegahan dan Pemeberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), sekaligus untuk memperoleh data rencana dan aksi dalam menyusun data penggiat relawan anti narkoba.

“ Kegiatan ini bermaksud agar instansi pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat secara bersama-sama meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran terhadap peredaran gelap narkoba, “ ungkapnya.

Disebutkannya, persoalan narkoba bukan hanya persoalan BNN. Tapi persoalan bangsa, persoalan kita semua yang perlu menjadi perhatian bersama. Khusus di OPD, perlu diciptakan lingkungan kerja yang bebas narkoba dengan melakukan deteksi dini.

“ Bila memungkinkan OPD bersangkutan harus mulai berinisiatif untuk menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan BNNK Tapsel siap melakukan tes urin secara berkala bila memang OPD membutuhkannya, “ tegas Siti Aminah.

Sementara Sekdakab Tapsel Drs. Parulian Nasution MM selaku narasumber menegaskan, tidak ada toleransi bagi pengguna narkoba yang salah satu diantaranya dengan membuat MoU antara Dinas Ketenagakerjaan Daerah Tapsel dengan seluruh perusahaan yang ada di Tapsel agar tidak memberikan ruang terhadap pengguna narkoba bagi pekerja maupun calon pekerja di perusahaan masing-masing sebagai tindakan preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.

Sekda juga meminta kepada seluruh stakeholder yang hadir agar membuat spanduk yang bertuliskan anti narkoba di instansi dan perusahaan masing-masing dan pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilaksanakan di semua lini kehidupan, “ ungkasnya.  (Wan9)


Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu memberikan sambutan pada pembukaan Raker Yanmas anti narkoba bersama instansi pemerintah di aula Tor Sibohi Nauli Hotel Spirok, Selasa (13/3).  (Foto : Riswandy)
Komentar Anda

Berita Terkini