Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Cawagub Sumut Musa Rajekshah Hadiri Shalat Subuh Berjamaah bersama UAS di Ponpes Purba Baru

Harian 9 author photo




MADINA| HARIAN9
Dihadiri Ribuan Jamaah, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagub Sumut) Musa Rajekshah hadiri shalat Berjamaah bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), di Pondok Pesantren (Ponpes) Mustafawiyah Purba Baru Madina, Selasa dan Rabu, (13 dan 14/3/2018). 

Sejumlah santri, masyarakat, Ulama dan Tuan tuan guru beramai ramai mengikuti shalat subuh berjamaah di Masjid Pondok Pesantren tersebut. Terlihat hadir Pimpinan Ponpes Tuan H. Bakri bin Abullah bin Musthafa Bin Husein bin Umar Nasution dan Pemimpin Umum HARIAN9  Ivan T Daulay. 

Ponpes Musthafawiyah yang lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada 12 November 1912[1] oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Pesantren ini berlokasi di kawasan jalan lintas Medan - Padang , desa Purbabaru Kabupaten Mandailing Natal , Sumatera Utara, Indonesia. Awalnya pesantren ini didirikan di Desa Tanobato, Kabupaten Mandailing Natal. Karena Tanobato dilanda banjir bandang pada tahun 1915, Musthafawiyah dipindahkan oleh pendiri ke Desa Purba Baru hingga kini[4] .

Sang pendiri dan pengasuh pertama, yang belajar ilmu agama selama 13 tahun di Makkah itu, meninggal pada November 1955. Pimpinan pesantren berpindah kepada anak lelaki tertuanya, H. Abdullah Musthafa.

Pada tahun 1960 dibangun ruang belajar semipermanen. Pada tahun 1962, ruang belajar yang dibangun dari sumbangan para orang tua santri berupa sekeping papan dan selembar seng setiap orangnya ditambah tabungan H. Abdullah Musthafa Nasution. Bangunan ini diresmikan Jenderal Purnawirawan Abdul Haris Nasution. Para santri putra dilatih kemandiriannya dengan membangun pondok tempat tinggal mereka. Ribuan pondok yang terhampar di Desa Purbabaru ini menjadi pemandangan unik di jalan lintas Sumatera. Lama pendidikan selama 7 (tujuh) tahun di ponpes ini.(03)


Komentar Anda

Berita Terkini