Dubes Resmikan CLC

Harian 9 author photo
Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana bersama  anak-anak WNI  siswa Community Learning Centre (CLC) di Sarawak  (16/3). (Foto: kemlu)

SARAWAK| HARIAN9
Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana berpesan kepada ratusan WNI dan anak-anaknya saat peresmian 17 Community Learning Centre (CLC) di beberapa lokasi di Sarawak.

"Paksa anak anda untuk sekolah sehingga memiliki harapan masa depan yang lebih baik. Jangan sampai anak-anak menjadi lost generation sebagai pemanjat kelapa sawit seumur hidup. Itu adalah kewajiban orang tua," pesannya.

Peresmian tersebut dilakukan pada tanggal 15 dan 16 Maret 2018 secara simbolis melalui empat lokasi yaitu:  ladang Gayanis di Bintulu, ladang Taniku di Miri, ladang  Sachiew di Miri, dan ladang Sarawak Plantation Berhad (SPB), Miri. 

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Rusdi Kirana didampingi Konsul Jenderal RI di Kuching, Direktur Asia Tenggara, Kemlu, dan didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur.

17 CLC tersebut dapat menampung  419 anak Indonesia yang didukung oleh puluhan guru serta tenaga administratif. Para pemilik plantation menunjukkan komitmen yang sangat tinggi untuk mendukung program ini.  

Dubes RI juga menyampaikan komitmennya untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan yang kelak diharapkan untuk menampung lulusan CLCs.

Pendirian 17 CLC baru di Sarawak tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI  didampingi Menlu RI  ke Malaysia pada bulan November 2017 lalu, dimana beliau mengamanatkan bahwa seluruh anak-anak Indonesia di Malaysia harus mendapatkan akses pendidikan.

Perwakilan RI di Malaysia menargetkan pendirian 50 CLC di Sarawak hingga bulan Juni 2018. Tahun lalu di Sarawak terdapat total 19 CLC yang memberikan akses pendidikan kepada 1.126 anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di ladang-ladang kelapa sawit. 

Dengan berdirinya 17 CLC baru ini maka total CLC di Sarawak menjadi 36 CLC yang dapat memberikan akses pendidikan kepada lebih dari 1500 anak-anak PMI di seluruh wilayah Sarawak.

Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Malaysia yang telah memberikan ijin bagi pendirian CLC. Pemberian akses pendidikan kepada anak-anak usia sekolah melalui pendirian CLC ini merupakan pemenuhan kewajiban kedua negara sebagai negara pihak pada Konvensi Hak Anak (Convention for the right of Children) dalam rangka memberikan jaminan masa depan bagi anak-anak tanpa melihat kewarganegaraannya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini