FKB Pertama RI-Kroasia: Jajaki Kemudahan Akses Hub Perdagangan

Harian 9 author photo
Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, M. Anshor mewakili Pemerintah RI, dan Asisten Menteri Bidang Konsuler, Kementerian Luar Negeri Kroasia, Mr. Ivica Glasnović, mewakili Pemerintah Kroasia menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) RI-Kroasia di Zagreb (16/3). (Foto: kemlu)

ZAGREB, KROASIA| HARIAN9
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa M. Anshor, selaku Ketua Delri, menegaskan bahwa penting untuk mencari kemudahan akses pengiriman kargo produk ekspor dari Indonesia ke Eropa melalui jalur Selatan dan Utara Eropa melalui hub pelabuhan di Kroasia sebagai salah satu alternatif dari pilihan yang ada selama ini.

Kemudahan akses perdagangan melalui hub pelabuhan Kroasia menjadi pembahasan utama FKB ke-1 RI-Kroasia di Zagreb, Kroasia, 16 Maret 2018. Memanfaatkan momentum konsultasi yang pertama ini, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, pariwisata, pendidikan dan people to people. 

FKB yang pertama kali ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) RI-Kroasia, yang ditandatangani Dirjen Amerika dan Eropa mewakili Pemerintah RI, dan Asisten Menteri Bidang Konsuler, Kementerian Luar Negeri Kroasia, Mr. Ivica Glasnović, mewakili Pemerintah Kroasia.

Dalam pembicaraan bilateral, Delegasi Kroasia yang dipimpin oleh Asisten Menteri Bidang Politik, Kemlu Kroasia, Duta Besar Vice Skračić, juga memanfaatkan momentum pertemuan pertama ini untuk membahas tindaklanjut konkrit kerja sama di bidang pertahanan, pariwisata dan pendidikan. 

Dalam kesempatan ini, Delri juga menyampaikan kembali penawaran pesawat N219 buatan PTDI kepada Pemerintah Kroasia yang pada tahun 2015 telah menyatakan keinginannya membeli produk tersebut.

Delri juga berkeinginan untuk menjajagi kerja sama dalam kerangka Three Seas Initiative yang digagas oleh Polandia dan Kroasia membuka akses kemudahan hub bagi produk masuk ke Eropa Tengah, Timur dan Tenggara melalui pelabuhan di Selatan (Rijeka dan Ploce, Kroasia) dan di Utara (Polandia) yang meliputi negara-negara Eropa Timur yang landlocked dan yang berbatasan dengan Laut Hitam.  

Dampak penggunaan hub termaksud pada masalah efisiensi waktu pengiriman produk ekspor Indonesia  dan kemudahan lainnya yang mendorong daya saing.

Meskipun total perdagangan kedua negara relatif tidak besar yaitu 62,88 juta dollar AS (2016) dan 66,53 juga dollar AS (2017) atau meningkat 5,8 persen, namun tetap perlu menjadi perhatian untuk diversifikasi jenis produk dan komoditi dan market share dengan Kawasan lain di Eropa Tenggara.  

Kunjungan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa ke Kawasan Eropa Tenggara ini merupakan pertama kali sejak 2009 dan akan dilanjutkan dengan FKB RI Montenegro di Podgorica pada tanggal 19 Maret 2018. FKB selanjutnya akan diadakan tahun depan di Indonesia yang waktu dan tempat akan dipastikan dikemudian hari. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini