Forum Bisnis Indonesia-Taiwan Hadirkan Sekitar 200 Pelaku Usaha Indonesia dan Taiwan

Harian 9 author photo


TAIPEI| HARIAN9
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda menegaskan, Indonesia semakin diperhitungkan sebagai negara yang menyandang predikat kemudahan berusahadi hadapan sekitar 200 pelaku usaha dari Indonesia dan Taiwan pada Forum Bisnis Indonesia-Taiwan, Jumat (23/3). 

Forum bisnis yang diadakan di Taiwan World Trade Center, Taipei ini merupakan rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan ke Taiwan yang dipimpin Arlinda pada 22-25 Maret 2018.

“Indonesia terus memperbarui dan membuka ekonominya. Hasilnya, terdapat beberapa peningkatan dalam hal kemudahan berbisnis, dan nilai investasi yang mendukung kemudahan berusaha di Tanah Air. Peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) naik dari 91 ke 72 di tahun 2018,” jelas Arlinda.

Disampaikannya, capaian-capaian Indonesia lainnya mencakup peningkatan indeks kompetitif global dan daya tarik sebagai negara tujuan investasi. 

“Global Competitive Index 2017-2018 menempatkan Indonesia dari peringkat 41 menjadi 36. Sementara itu, berdasarkan laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Indonesia berada pada peringkat ke-4 sebagai negara calon tujuan investasi, tempat paling favorit di dunia untuk berinvestasi,” katanya.

Total ekspor Indonesia pada tahun 2017, kata Arlinda, adalah USD.168,8 miliar atau meningkat 16,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas ekspor nonmigas sebesar USD.153 miliar yang meningkat 15,89 persen dari tahun 2016, serta ekspor migas sebesar USD.15,7 miliar atau naik 20,09 persen dari tahun 2016.

Saat ini, lanjut Arlinda, Indonesia juga tengah berupaya mengubah ekonominya menjadi lebih modern. 

“Indonesia terus berupaya mengembangkan dan memodernisasi ekonomi, khususnya terkait infrastruktur ekonomi Indonesia,” jelas Arlinda.

Forum bisnis Indonesia-Taiwan bertujuan memfasilitasi para pebisnis dari Indonesia dengan mitra mereka dari Taiwan untuk mendiskusikan kerja sama perdagangan yang potensial di masa depan.

Forum bisnis tersebut termasuk dari rangkaian acara Indonesian Week 2018. Pada forum ini diadakan seminar mengenai ekonomi, pariwisata, dan tenaga kerja Indonesia. Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekspor ke Taiwan 7,8 persen.

Dilihatnya, Indonesia dan Taiwan memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan. 

“Kami melihat peluang besar untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, terutama karena Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekspor Indonesia ke Taiwan sebesar 7,8 persen pada 2018. Kami optimistis akan mencapai target karena Indonesia dan Taiwan mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif,” ujar Arlinda.

Pada 2017, total ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai 1,89 persen total impor Taiwan dari dunia. Sementara itu, total ekspor Taiwan ke Indonesia tahun 2017 sebesar 2 persen dari total impor Indonesia di seluruh dunia.

Dalam periode 2012-2016, tren ekspor nonmigas dari Indonesia ke Taiwan menurun 9,11 persen dari USD.4,09 miliar pada 2012 menjadi USD.2,57 miliar pada tahun 2016. 

Namun, pada 2017 ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan tumbuh 10,69 persen dibandingkan tahun 2016.

Lima produk ekspor utama dari Indonesia ke Taiwan adalah batu bara, batu bara bitumen, timah, kayu lapis, limbah tembaga, dan scrap. Sementara itu, lima produk utama yang diimpor dari Taiwan ke Indonesia adalah kain tenun, kain rajutan, generating set, other of electronic integrated circuits, serta suku cadang untuk electronic integrated circuits and microassemblies.

Untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, sejak tahun 2016, diadakan pertemuan Working on Group on Trade dalam kerangka Joint Committe Trade and Investment (JCTI) yang merupakan forum pertemuan bilateral untuk membahas peningkatan perdagangan dan investasi antara dua pihak. Dalam waktu dekat, JCTI berikutnya akan diadakan di Bali, yaitu pada 27 Maret 2018.

Pada kesempatan forum bisnis ini, Arlinda mengundang para pelaku usaha Taiwan untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 yang akan diselenggarakan pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Indonesia. TEI 2018 ditargetkan dihadiri lebih dari 28.000 buyer internasional dan 1.110 peserta. 

“Setelah forum bisnis ini, kami berharap lebih banyak pembeli dari Taiwan akan menghadiri TEI ke-33 nanti,” kata Arlinda. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar Anda

Berita Terkini