Kapolda Sumut: Hindari Berita Hoax Yang Menjurus ke SARA

Harian 9 author photo
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw foto bersama dengan Kepala Daerah dan Forkominda se Tabagsel dalam acara silaturrahmi Kapolda sumut dengan masyarakat Tabagsel di lapangan futsal Mapolres Tapsel, Minggu (11/3). (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengharapkan seluruh warga Sumut dapat lebih memfilter berita-berita maupun informasi yang muncul di media sosial (medsos) dan menghindari berita hoax atau pemberitaan yang menyebarkan kebohongan, menyampaikan pesan pesan ujaran kebencian, termasuk provokasi yang menyebabkan masyarakat jadi berkotak-kotak atau berpecah belah.

Harapan tersebut disampaikannya, saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), sekaligus memberikan arahan dan pembekalan kepada personil TNI, Polri dan mahasiswa terkait maraknya isu Hoax berupa ujaran kebencian yang saat ini berkembang di medsos, bertempat di lapangan futsal Mapolres Tapsel, Minggu (11/3).

Dalam acara silaturahmi tersebut dihadiri Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, Bupati Paluta Drs. Bachrum Harahap, Pj. Walikota Padangsimpuan DR. H Sarmadan Hasibuan, SH, MM, Pj. Bupati Palas Efendi Pohan, Danrem 023/KS Kol. Inf. Donni Hutabarat, Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal, S.Ik, M.Si, Dandim 0212/TS Letkol (Arm) Azhari, SIP, unsure Forkopimda Tapsel dan sejumlah pejabat utama Polda Sumut.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini berita hoax makin menjadi-jadi, apalagi di medsos. Untuk itu Kapolda mengajak semua untuk menggunakan medsos untuk hal-hal yang positif. 

Jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang kebenarannya tidak jelas (hoax) serta mewaspadai timbulnya gerakan separatis yang dapat memecah belah bangsa.

“Informasi hoax merupakan dampak negatif dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan yang bisa memicu konflik antar agama, suku dan ras. Agar selalu kondusif, mulai saat ini hindari berita hoax dan sejenisnya,“ tegasnya.

Disebutkannya, ada kerawanan yang mengintai dalam pelaksanaan Pilkada. Salah satunya, berasal dari medsos. Untuk itu, kami dari TNI dan Polri harus mengantisipasi penggunaan medsos untuk menyebar informasi yang mengandung kebencian.

“Media sosial jadi sarana ampuh untuk menghancurkan. Kita akan jaga itu semua, supaya tak ada berita-berita tentang kebencian. Kita akan terus counter (informasi). Masyarakat harus juga berfikir jernih dan mencerna tiap informasi yang diterimanya,“ katanya seraya mengimbau kepada masyarakat agar tak mudah menelan informasi yang menyesatkan. 

Pengguna sosial media harus cerdas dan berfikir dewasa agar tak gegabah membagikan tiap informasi yang diterimanya.

Mantan Kapolda Papua juga menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Tabagsel agar selalu menjaga situasi yang sudah kondusif dan menjaga kebhinekaan khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Untuk masyarakat Tabagsel saya berpesan agar menjaga situasi yang sudah kondusif. Menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kebhinekaan dan saling menghormati antara satu sama lain,” ungkapnya.

Diakuinya, solidaritas TNI dan Polri tidak perlu diragukan lagi. Kedua institusi ini siap untuk bersama-sama mengamankan dan berkomitmen bersikap netral pada Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, karena kalau TNI dan Polri solid, selesai sudah semua permasalahan. Keamanan pasti terjaga, rakyat bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan tenang.

Selain itu juga Kapolda menyarankan kepada seluruh Kepala Daerah, Kapolres dan Dandim, dalam setiap penyelesaian masalah konflik agar tetap mengedepankan kearifan local, karena, konsep ini bisa menjadi modal sekaligus teladan bagi upaya penyelesaiannya.

“Tabagsel harus memberikan contoh lebih banyak dengan mengedepankan kearifan lokalnya dan ini menjadi satu kajian kita supaya masyarakat dapat patuh dengan aturan yang ada disandingkan dengan kearifan lokal,“ katanya.

Sementara Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu yang mewakili Kepala Daerah menegaskan, wilayah Tabagsel yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kota siap mendukung program Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw.

Syahrul juga meminta kepada seluruh masyarakat Tabagsel, dibantu tokoh masyarakat agar bisa memfilter (menyaring) setiap berita apalagi berita-berita yang menyesatkan (hoax) yang berpotensi kepada terjadinya isu SARA.

“Saya mengajak seluruh warga di wilayah Tabagsel yang selama ini sudah tercipta komunikasi yang baik agar terus ditingkatkan dan dijaga dengan baik, agar tercipta iklim yang sejuk dan aman," ujarnya.

Kapolres Tapsel AKBP Muhammad Iqbal S. Ik berharap dengan kehadiran Kapolda Sumut dapat meningkatkan spirit baru bagi seluruh personil Polres Tapsel dalam mengayomi masyarakat di wilayah hukum Polres Tapsel yang juga meliputi Kabupaten Tapsel, Paluta dan Palas. (Wan9)
Editor : Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini