Kepala BPS Sumut Buka Pelatihan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB 2018

Harian 9 author photo
Kepala BPS Sumut saat memberikan kata sambutannya pada pembukaan Pelatihan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB 2018 Prov. Sumut, di Hotel Grand Kanaya, Selasa (13/03).(Foto: Mardan H Siregar)

MEDAN| HARIAN9 
Kepala Badan Busat Sitatistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara Dr. Syech Suhaimi membuka Pelatihan Survei Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 2018 Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Grand Kanaya, Selasa (13/03).

Dikatakannya, PMTB adalah pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMTB mencakup bangunan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan bandara, serta mesin dan peralatan.

"PMTB 2018 bertujuan untuk memperoleh gambaran PMTB di Indonesia menurut jenis barang modal, lapangan usaha dan sektor institusi, serta meningkatkan kualitas data neraca nasional yang berkaita dengan investasi," ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan tersedianya data PMTB yang rinci, akan membantu pemerintah dalam mengmbil kebijakan menigkatkaan iklim investasi dan memudahkan investor dalam berusaha, serta membantu dunia usaha dalam menentuka arah kebijakan usahanya.

"Apresiasi yang tinggi saya berikan kepada para peserta pelatihan yang hadir hari ini yang mana nantinya bapak/ibu akan bekerja keras melakukan pendataan, tidak terpengaruh dengan opini publik, netralitas harus dijaga dan bekerja penuh tanggung-jawab," tambahnya. 

Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB 2018, akan menghasilkan data rinci penambahan dan pengurangan barang modal menurut jenis aset tetap, sektor industri dan lapangan usaha sebaga dasar untuk perumusan berbagai kebijakan dan analisis investasi secara makro dan mikro.

Selain itu, hasil dari Survei Penyusunan Disagregasi PMTB 2018 ini juga akan digunakan sebagai sumber data dalam penyusunan stok capital yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

"Atur strategi kerja dan jaga kesehatan agar tidak ada pekerjaan yang terbengkalai, sehingga nantinya akan diperoleh data yang berkualias," tutupnya. (03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar Anda

Berita Terkini