Menteri ESDM Minta BPS Masukkan Pembangkit Offgrid Masuk Rasio Elektrifikasi

Harian 9 author photo
Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta BPS RI untuk memasukkan pembangkit off-grid maupun independent-grid dalam penghitungan rasio elektrifikasi, bukan hanya dihitung dari jaringan (on-grid) PT PLN (Persero). (Foto: esdm)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) RI untuk memasukkan pembangkit off-grid maupun independent-grid dalam penghitungan rasio elektrifikasi, bukan hanya dihitung dari jaringan (on-grid) PT PLN (Persero).

"Rumusan rasio elektrifikasi harus di-adjust, karena data cenderung sama dengan layanan PLN untuk kelistrikan, sebenarnya ini sudah lebih luas dari itu, ada off-grid ada independent-grid," ujar Jonan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman KESDM-BPS di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/3).

Diharapkannya, dengan masuknya pembangkit-pembangkit off-grid dapat mengakselerasi data rasio elektrifikasi nasional. 

"Jadi ini yang kita dorong supaya kalau nunggu (jaringan terintegrasi dengan) PLN rasio elektrifikasinya tidak secepat yang kita harapkan," lanjutnya.

Dalam rangka memberikan pelayanan ketenagalistrikan, diungkapkannya, Pemerintah memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah, terutama dalam rangka meningkatkan ketahanan listrik di wilayahnya, terutama bagi daerah yang belum berlistrik. 

"Ada daerah-daerah yang mereka mau bangun sendiri ya monggo," katanya.

Misalnya, di wilayah Papua yang wilayahnya sulit dijangkau jaringan listrik PLN, Jonan mendorong untuk dapat segera dilistriki. 

"Wilayah Papua, bikin independen grid sendiri asal kepala daerah setuju. Kalau tidak (segera dialiri listrik) kita tidak akan mencapai rasio elektrifikasi 100 persen," pungkas Jonan. (esdm/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar Anda

Berita Terkini