Pertemuan CEO Indonesia-Selandia Baru: Ajang Tembus Pasar Negeri Kiwi

Harian 9 author photo


WELLINGTON| HARIAN9
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, yang memimpin rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan ke Selandia Baru, turut bergabung dalam delegasi Indonesia pada CEO Meeting.

Para pimpinan perusahaan Indonesia dan Selandia Baru bertemu dalam ajang Chief Executive Officer (CEO) Meeting, Senin (19/3). 

Pertemuan diadakan di Clifftons Conference, the Majestic Center, Wellington, Selandia Baru. Ajang pertemuan CEO ini bertujuan memperkuat komitmen Indonesia membuka ekspor ke negara dengan pasar yang belum tergarap (un-tapped country) seperti Selandia Baru.

“Diharapkan momentum ini dapat semakin membuka peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara dengan pasar yang belum tergarap seperti Selandia Baru. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan atau transaksi potensial antara pelaku usaha dua negara untuk meningkatkan perdagangan bilateral di masa mendatang,” kata Arlinda di sela-sela pertemuan.

Pertemuan CEO ini diadakan bersamaan dengan momentum kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Selandia Baru untuk membahas isu-isu bilateral, termasuk isu perdagangan.

Dalam pertemuan ini, Presiden Joko Widodo ikut menyaksikan para Menteri Kabinet Kerja dan para CEO perusahaan Indonesia bertukar pikiran dengan otoritas Selandia Baru dan CEO perusahaan Selandia Baru, yang dipimpin Minister of Agriculture, Bio Security, Food Safety and Rural Community; and Associate Minister of Trade Damien O'Connor.

CEO Meeting dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi I yang dimoderatori Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Sesi I ini juga diikuti Presiden RI. Sedangkan, sesi II dimoderatori Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P. Roeslani.

Delegasi Indonesia berjumlah 29 orang yang terdiri atas perwakilan pemerintah, Duta Besar RI Wellington Tantowi Yahya, Ketua KADIN, serta para CEO perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, minyak kelapa sawit, makanan, hingga geotermal. Sementara itu, delegasi Selandia Baru yang juga berjumlah 29 orang terdiri atas perwakilan pemerintah dan para CEO perusahaan peternakan, pariwisata, hingga energi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Sebelum CEO Meeting dimulai, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Selandia Baru. 

Terdapat tiga penandatanganan yaitu antara Kalbe Farma dan Westland Milk Products; Kalbe Farma dan Fonterra; serta Jakarta International College (JIC) dan Auckland University of Technology. Nota kesepahaman meliputi penjajakan kerja sama bahan baku produk, pengembangan pasar, dan pendidikan.

Setelah CEO Meeting, Arlinda turut mendampingi Presiden RI dan menteri-menteri Kabinet Kerja dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan jajaran menterinya.

Kemudian, Arlinda juga mengikuti acara temu Presiden RI dengan diaspora Indonesia di Selandia Baru.

Indonesia dan Selandia Baru sangat berpotensi meningkatkan hubungan perdagangan di masa depan. Kedua negara berkomitmen mencapai total perdagangan sebesar USD.2,9 miliar atau Rp.40 triliun di tahun 2024.

Hingga Senin (19/3), misi dagang Kemendag ke Selandia Baru telah mencatatkan potensi transaksi USD.9,74 juta, yang dicatatkan dari negosiasi produk kopi, tenaga kerja perkebunan dan permesinan, produk turunan kelapa sawit, pupuk, serta makanan dan minuman. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar Anda

Berita Terkini