Pidum Polres Langkat Ciduk 3 Tersangka Pemerasan Sertifikat Tanah

Harian 9 author photo

Ketiga tersangka Sumardi (40), Sri Wahyuni (34), Ariadi (42)  menjabat sebagai kepala dusun Telaga Jernih Desa Jernih Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. (Foto: Hermansyah)


LANGKAT| HARIAN9
Personel Unit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat dipimpin Kanit I Iptu Zul Iskandar Ginting, bersama anggotanya meringkus 3 tersangka melakukan tidak pidana pemerasan pembuatan sertifikat surat tanah di maksud dalam pasal 368 KUHP,Desa Telaha Jernih Kecamatan Secangga Kabupaten Langkat, Senin (26/3) sekira pukul 19 : 00WIB.

Selain menangkap tersangka Sumardi (40), Sri Wahyuni (34), Ariadi (42) ketiga tersangka menjabat sebagai kepala dusun Telaga Jernih Desa Jernih Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat.

Petugas juga menyita barang bukti surat pernyataan keberatan warga desa telaga jernih, 8 lembar tanda terima uang, 3 lembar surat pernyataan tidak keberatan yang berstempel pemerintahan desa telaga jernih dan bermaterai 6000 serta ditandatangani oleh Sukirdi diduga oknum kepala desa telaga jernih.

Informasi diperoleh, dari pelapor atas nama Heriadi  berserta  13 saksi warga telaga jernih desa kecamatan Secanggang serta didampingi Sucipto,SH selaku pihak BPN Langkat.

Diinformasikan, Agustus 2017 sekira pukul 21.00 Wib di Dusun N Desa Telagah Jernih Kec. Secanggang Kab. Langkat dilaksanakan perwiritan dan pada saat dilaksanakan perwiritan tersebut Kepala Dusun atas nama SUMARDI memberitahukan kepada warga adanya kegiatan pensertifikatan surat tanah dengan persyaratan memiliki alas hak tanah kemudian pada bulan September 2017 Kepala Dusun atas nama ARIADI mendatangi rumah pelapor dan meminta uang Rp 850.000,kepada pelapor untuk pengurusan sertifikat tanah.

Pada bulan Nopember 2017 Presiden RI mengunjungi Kabupaten Langkat untuk menyatakan bahwa pengurusan sertifikat tanah gratis namun Kepala Dusun memaksa warga Desa Telagah Jernih dengan ucapan Jika tidak membayar maka pengurusan sertifikat dibatalkan atau tidak dilanjutkan atau dikembalikan kepada BPN ( Badan Pertanahan Nasional ) Kab. Langkat. Akibat kejadian tersebut pelapor merasa ketakutan, resah dan keberatan serta membuat pengaduan ke Polres Langkat.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan  dan meluncur kelokasi dimaksud. Setibanya di tempat kejadian perkara, personel menjemput ketiga  tersangka dan bersama barang bukti diatas. Malam itu juga digelandang bersama dengan barang bukti ke Mapolres Langkat guna diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasat Reskrim AKP M Firdaus, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/3) membenarkan telah diamankannya ketiga tersangka pemerasan pembuatan surat sertifikat alas hak tanah.

" Tersangka ini diamankan setelah kita menerima informasi dari masyarakat yang resah atas adanya tindak pidana pemerasaan melanggar pasal 368 KUHP di kawasan mereka. Selanjutnya langsung kita tindaklanjuti dengan menangkapnya," ujar Kasat.

Lebih lanjut ditegaskan mantan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu ini, bahwa pihaknya tetap komitmen memberantas segala bentuk kejahatan  Untuk itu dia berharap adanya informasi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat."tandasnya.(hs9)



Komentar Anda

Berita Terkini