Promosi Tarian, Kopi hingga Traktor Indonesia di Tagum City Filipina

Harian 9 author photo
(Foto: kemlu)


DAVAO, FILIPINA| HARIAN9
​Lebih dari 2000 pengunjung memadati gedung New City Hall of Tagum pada puncak perayaan Ulang Tahun Kota Tagum dan Musikahan International Festival (Festival Seni dan Budaya) di Tagum City, Davao Del Norte (81 Km Timur Laut Davao City) pada 7 Maret 2018. 

"Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan tidak hanya penduduk Tagum, tetapi juga dari kota sekitar dan provinsi lain termasuk Manila," tutur Konsul Jenderal RI di Davao City Berlian Napitupulu.

Ada tujuh negara yang berpartisipasi dalam Festival Internasional Musikahan ini yaitu: Afrika Selatan, Indonesia, Jepang, Jerman Korea Selatan, Malaysia, dan RRT. Namun demikian hanya dua negara yang membuka pavilion yaitu: Indonesia dan Malaysia. 

"Ini kali pertama KJRI Davao City melakukan pameran dagang, investasi, dan pariwisata di Tagum, sebagai kota agroindustri terbesar Filipina Selatan," imbuhnya.

Paviliun Indonesia berukuran 10x5 m berlokasi tepat di depan pintu masuk gedung yang menampilkan deretan produk makanan dan minuman (F&B), salah satu diantaranya adalah produk kopi unggulan Indonesia yang belum memiliki agen atau distrbutor di Filipina seperti Kopi Indo Caf√©, Kapal Api, dan Luwak White Coffee. 

“Kopi Indonesia ternyata sangat digemari para pengunjung bahkan beberapa diantaranya sampai dua kali antri untuk dapat mencicipi nikmatnya rasa dan aroma kopi Indonesia. Rasa yang nikmat, aroma yang harum, harga yang terjangkau dan kemasan yang menarik merupakan keunggulan dan daya tarik produk kopi Indonesia, demikian komentar para pengunjung yang sempat mencicipi," katanya.

“Dengan mengikuti pameran ini, kami mendapat informasi penting bahwa terdapat peluang bagi produk kopi Indonesia yang belum masuk ke Mindanao untuk penetrasi dan ekspansi ke pasar setempat. Soalnya penduduk setempat juga adalah penggemar kopi," imbuhnya.

“Tak tangung-tanggung, KJRI tidak hanya memamerkan produk manufaktur Indonesia melalui poster dan flyer tetapi juga dengan membawa langsung 1 unit hand tractor. Traktor tersebut menarik banyak perhatian para pengunjung yang umumnya adalah pemilik lahan perkebunan dan pelaku usaha agroindsutri di Tagum City dan sekitarnya yang merupakan basis sejumlah perkebunan besar penghasil dan pengekspor pisang terbesar di Filipina," ujar Berlian dengan penuh antusias.

Disamping mempromosikan produk Indonesia, Konjen dan Staf KJRI Davao City juga turun langsung untuk mempromosikan 10 objek wisata utama Indonesia antara lain: 1. Danau Toba, 2. Tanjung Kelayang, 3. Tanjung Lesung, 4. Kepulauan Seribu, 5. Borobudur, 6. Bromo Tengger Semeru, 7. Mandalika, 8. Labuan Bajo, 9. Wakatobi dan 10. Raja Ampat. Sebagian besar pengunjung terutama kalangan pebisnis sangat tertarik untuk berwisata ke Bali, Borobudur dan Wakatobi. 

Pada acara pembukaan Festival Internasional Musikahan, KJRI Davao telah menampilkan Tari Indang Badinding (Sumatra Barat), Goyang Mogie (Maluku) dan Goyang Aster (Papua) yang disajikan dengan apik oleh para siswa-siswi Sekolah Indonesia Davao dan yang mendapat sambuatan meriah para pengunjung, termasuk Ketua DPR Filipina Pantaleon D Alvarez, Walikota Tagum Allan L. Rellon dan sejumlah tamu VIP lainnya.  

“Target penetrasi dan ekspansi pasar produk Indonesia di Mindanao tidak hanya Davao City, tapi seluruh kota-kota potensial, salah satu diantaranya adalah Tagum City. Sasaran itu tak salah, karena terbukti produk Indonesia mendapat sambutan positif dari para pengunjung, khususnya para pelaku usaha setempat. Kami sudah bicara dengan Walikota Tagum Allan Rellon dan sepakat untuk membawa misi dagang dari Mindanao ke Indonesia untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) di Serpong pada 24-28 Oktober 2018. Kami juga sempat berbicara dengan Ketua DPR Filipina Pantaleon Alvarez untuk mendukung peningkatan hubungan dagang langsung yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Filipina, khususnya antara Mindanao dan Indonesia bagian Timur sekaligus meramaikan jalur Roro Davao City-General Santos-Bitung yang telah diluncurkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan President Indonesia Joko Widodo pada April 2017," pungkasnya, usai partisipasi KJRI Davao di Tagum.​​

Pameran ini adalah joint expo yang merupakan salah satu dari dua belas kegiatan promosi dagang dalam agenda KJRI Davao pada tahun 2018. Selain joint expo, KJRI Davao juga akan menyelenggarakan 2 solo trade expo yaitu the 2nd Indonesian Food and Beverage Expo pada pada akhir 29 Juni-1 Juli 2018 dan the 2nd Indonesian Manufactured Products Expo pada September 2018. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini